KUDUS- Pemerintah Kabupaten Kudus mengucurkan bantuan modal kepada kelompok usaha Senin (17/11).
Total anggaran yang dialokasikan kepada pelaku usaha ini sebesar Rp 1,2 miliar.
Penerima bantuan hibah ini terdiri dari 50 kelompok pelaku ekonomi kreatif, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan Pedagang Kaki Lima (PKL).
Sementara jumlah penerima ada sebanyak 325 orang.
Setiap kelompok akan menerima bantuan hibah sebesar Rp 25 juta. Untuk tiap kelompok UMKM terdapat sebanyak lima hingga 15 orang.
M. Ridlo salah satu penerima manfaat merasa bersyukur atas bantuan hibah yang dikucurkan tersebut.
Masing-masing orang di kelompoknya menerima bantuan Rp 2,5 juta.
”Alhamdulilah ini dapat bantuan untuk meningkatkan produksi, karena uang ini harus dibelanjakan untuk membeli barang,” kata pengusaha kopi asal Desa Colo itu.
Dia menambahkan, uang bantuan tersebut rencananya akan dibelikan packaging atau bungkus pengemas kopi.
Bungkus tersebut dia pesan di Bandung dengan minimal pemesanan 1.000 pcs.
”Kebetulan bungkus saya sedang menipis stoknya, ini langsung saya belanjakan. Ini sungguh bermanfaat sekali karena bisa menekan ongkos produksi,” jelasnya.
Sementara itu, Beni yang juga menerima bantuan tersebut juga merasa bersyukur.
Pedagang batagor keliling itu, berencana akan membelikan uang bantuan tersebut untuk membeli kulkas.
”Rencana saya mau belanjakan kulkas, itu untuk menyimpan bahan baku. Seperti sayuran dan lain-lain,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan, bantuan hibah ini adalah wujud dari realisasi visi dan misi bupati dan wakil bupati yang peduli terhadap pertumbuhan ekonomi UMKM.
”Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah menumbuhkan ekonomi para pelaku UMKM,” katanya.
Sam’ani meminta para pelaku UMKM yang menerima hibah tersebut bisa memanfaatkan bantuan itu dengan maksimal.
Dia berharap para pelaku UMKM di Kudus bisa naik kelas.
Pemerintah daerah akan memantau para pelaku usaha yang menerima bantuan hibah tersebut.
Apabila tidak terjadi peningkatan usaha, pemerintah siap memberikan fasilitasi atau pendampingan.
”Nanti dari Disnaker siap mendampingi, apa yang kurang akan dibetulkan. Misalnya pembuatan konten dan sebagainya,” ungkapnya.
Pemberian bantuan kepada pelaku usaha ini tentunya akan dilakukan secara konsisten.
Namun pada tahun depan besaran bantuan diperkirakan akan berkurang, mengingat adanya kebijakan efisiensi. (gal)
Editor : Ali Mustofa