KUDUS - Dalam suasana penuh haru dan rasa syukur, peringatan hari lahir TBS Kudus menjadi momentum penting untuk kembali menelusuri jejak para pendiri yang telah menanamkan nilai dan perjuangan sejak hampir seabad silam.
Berbagai kegiatan dilaksanakan sejak 05 Oktober 2025 yaitu pembuatan film pendek dan dokumenter perjalanan 100 tahun TBS Kudus.
Dan kemarin Jalan Sehat Bareng Santri. Dan terakhir yaitu 28 November yaitu Hajatan Harlah 100 Tahun TBS Kudus.
KH Noor Badi MM, anggota Dewan Pembina Yayasan TBS Kudus, menjelaskan bahwa peringatan hari lahir TBS merupakan momen untuk mengenang perjalanan sejarah sejak lembaga itu didirikan pada tahun 1347 H.
“Mulai dari para pejuang yang merintis hingga perkembangan pesat yang kita lihat sekarang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Yayasan TBS telah lama berdiri dan menjadi payung bagi madrasah-madrasah di bawahnya.
Peringatan hari lahir ini, lanjutnya, bukan hanya untuk mengenang sejarah, melainkan juga untuk melakukan introspeksi atau muhasabah atas perjalanan lembaga selama ini.
“Yang utama adalah bagaimana keberadaan Madrasah TBS di tengah masyarakat. Kita melihat masyarakat semakin percaya dan menaruh harapan besar kepada TBS,” jelasnya.
Menurutnya, sistem pendidikan dan pola pengajaran TBS selalu berupaya menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip dasar.
“Prinsip TBS adalah mengawal ajaran Ahlussunnah wal Jamaah di Nusantara. Dalam usia yang hampir satu abad ini, alumni TBS telah tersebar ke berbagai daerah, bahkan hingga luar negeri. Banyak pula yang menjadi tokoh nasional,” tandasnya.
Ia menambahkan, tantangan berikutnya adalah mempertahankan sekaligus meningkatkan perjuangan para pendahulu dalam mencerdaskan bangsa.
“Keberadaan madrasah sangat dibutuhkan masyarakat karena berperan dalam pembangunan manusia seutuhnya, termasuk mencerdaskan umat dan melahirkan pejuang agama yang berpegang teguh pada Ahlussunnah wal Jamaah,” ungkapnya.
TBS juga terus melakukan pengembangan agar menjadi rujukan tidak hanya bagi masyarakat Kabupaten Kudus, tetapi juga dari berbagai daerah hingga luar Pulau Jawa.
Hal ini, menurutnya, menjadi kebanggaan tersendiri bagi generasi penerus, karena berarti perjuangan para ulama pendiri TBS telah membuahkan hasil yang nyata.
“Semua ini dirawat oleh para sesepuh dan kiai yang dengan istiqamah mengajar para santri dengan ikhlas, tekun, dan penuh kesabaran. Semoga ke depan TBS semakin maju dan memberi manfaat yang lebih luas,” harapnya.
Ia menuturkan bahwa peningkatan tidak hanya tampak dari jumlah santri dan tenaga pendidik, tetapi juga dari kualitasnya.
Banyak alumni yang melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
“TBS bahkan telah membuka Ma’had ‘Ali khusus ilmu falak, untuk memberikan kesempatan santri mendalami bidang tersebut. Kemudian para alumninya juga banyak diterima di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Ini menjadi salah satu indikator kesuksesan lembaga,” jelasnya.
Menurutnya, semakin banyaknya alumni yang mampu melanjutkan pendidikan ke tingkat lebih tinggi merupakan bukti bahwa TBS tetap menjadi lembaga favorit dan dipercaya masyarakat. (zen)
Editor : Ali Mustofa