KUDUS – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2025 di Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, resmi ditutup pada Kamis (6/11).
Kegiatan yang berlangsung sejak 8 Oktober ini menjadi momentum penting bagi percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus penguatan nilai budaya di wilayah Kabupaten Kudus.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan, TMMD merupakan bukti nyata sinergi TNI bersama pemerintah daerah dalam melaksanakan program pembangunan berkelanjutan di desa.
Baca Juga: Kurangi Risiko Bencana, Ketua DPRD Kudus Tegaskan Komitmen Pengawasan
“Artinya TMMD sangat diperlukan sebagai bukti bahwa TNI memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Sam’ani mengapresiasi hasil TMMD di Getassrabi yang dinilai memberikan dampak langsung bagi warga.
Ia menuturkan, adanya pembangunan jembatan dan jalan baru kini mempermudah anak-anak menuju sekolah tanpa harus memutar jauh.
“Alhamdulillah hasilnya bagus. Warga pun meminta tambahan pembatas jalan dan penerangan di sekitar jembatan agar lebih aman,” tambahnya.
Sementara itu, Dandim 0722/Kudus Letkol Inf Hermawan Setya Budi menjelaskan, TMMD ke-126 ini menjadi tahap akhir pelaksanaan di tahun anggaran 2025.
Program tersebut bertujuan mempercepat pembangunan wilayah dan membuka akses fasilitas umum yang lebih memadai di 50 kabupaten/kota penyelenggara.
“TMMD ini juga diintegrasikan dengan program ketahanan pangan, manunggal air, rehab rumah tidak layak huni, serta penurunan stunting,” jelasnya.
Baca Juga: Kudus Tetap Swasembada Meski Lahan Sawah Menyusut
Dalam kegiatan tersebut, TMMD berhasil membangun jembatan beton sepanjang 12 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 5 meter, menggantikan jembatan kayu lama yang berisiko membahayakan warga.
Selain itu, dilakukan betonisasi jalan sepanjang 200 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 15 sentimeter.
“Dengan jembatan ini, masyarakat tak perlu memutar jauh, sehingga aktivitas ekonomi dan pertanian menjadi lebih lancar,” kata Hermawan.
Selain hasil fisik, TMMD juga menghadirkan kegiatan nonfisik berupa penyuluhan bela negara, pencegahan radikalisme dan narkoba, penanggulangan stunting, pertanian, tanggap bencana, hingga pemberdayaan UMKM.
Baca Juga: TKA Kini Jadi Tiket Masuk PTN Jalur Rapor, Nilai Rapor Harus Terbukti Valid!
Total anggaran program TMMD Sengkuyung di Getassrabi mencapai Rp 759,5 juta, bersumber dari APBD Kudus dan APBD Provinsi Jawa Tengah.
Menariknya, kegiatan TMMD kali ini turut diwarnai dengan peresmian Tugu Budaya Pencak Silat di Desa Getassrabi.
Dandim berharap, keberadaan tugu tersebut dapat memperkuat kerukunan antarperguruan silat di Kudus.
“Harapannya, tugu ini menjadi simbol persaudaraan dan menjadikan pencak silat semakin berjaya, baik dalam kompetisi maupun dalam membina masyarakat,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kudus, Famny Dwi Arfana, menambahkan bahwa pembangunan jembatan dan jalan antar-dukuh di Getassrabi diharapkan dapat mempercepat mobilitas warga dan mendorong aktivitas ekonomi lokal.
“Hasil TMMD ini dan TMMD sebelum-sebelumnya diharapkan betul-betul bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Serta TMMD yang akan datang semoga dapat meratakan pembangunan di daerah-daerah,” katanya.
Selain itu, imbuh Famny, Kabupaten Kudus kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional atas keberhasilan pelaksanaan TMMD Reguler ke-125.
Dalam Rapat Koordinasi Teknis TMMD ke-126 Tahun Anggaran 2025 di Aula A.H. Nasution, Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Rabu (17/9), Kudus diumumkan memborong sejumlah penghargaan bergengsi.
Seperti penghargaan Lomba TMMD Tingkat Nasional serta Lomba Karya Jurnalistik (LKJ) TMMD ke-125 Tahun 2025.
Baca Juga: TMMD Sengkuyung Tahap IV di Kudus Resmi Ditutup, TNI dan Warga Wujudkan Pembangunan Nyata
Dandim 0722/Kudus Letkol Inf Hermawan Setya Budi, meraih juara pertama Dansatgas terbaik kategori Type A sekaligus juara pertama Dansatgas LKJ kategori Type A.
Sementara Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton turut menyabet juara pertama kategori media sosial (TikTok).
"Capaian ini menegaskan sinergi antara TNI/Polri, Pemerintah Daerah, stakeholder, insan media, dan masyarakat yang mampu melahirkan karya terbaik sekaligus mengharumkan nama Kudus di tingkat nasional," kata Famny. (dik)
Editor : Ali Mustofa