KUDUS - Melepas kerinduan dengan kota kelahiran bisa diluapkan ke banyak hal. Salah satunya menikmati alam Pegunungan Muria.
Ini kerap dilakukan oleh Petualang asal Kudus Wildan Indrawan ketika pulang ke kampung halaman.
Wildan sapaan akrabnya, sudah mendaki beberapa gunung di Indonesia dan luar negeri.
Sementara ketika pulang kampung ke Kudus ia rindu menikmati suasana alam.
Menuruti hasratnya itu, dia sudah muncak ke Puncak Argopiloso, Puncak Natasangin, hingga puncak 29.
Salah satu puncak yang Wilda berkesan adalah Puncak 29. Di sana ia ingin menikmati alam Muria dari ketinggian.
Dia mendaki via Desa Rahtawu. Perjalanan kurang lebih dua hingga tiga jam.
Puncak 29 Gunung Muria bisa dilewati dari dua desa yang berbeda. Pertama lewat Dukuh Semliro Desa Rahtawu Kudus, kedua lewat Desa Tempur Jepara.
Puncak 29 merupakan puncak tertinggi yang ada di Gunung Muria, yakni dengan ketinggian 1.600 mdpl.
Selain untuk menyalurkan hobi mendaki, misi Wildan datang ke Puncak 29 adalah untuk mempromosikan wisata di Kudus tersebut.
Dia ingin menunjukkan kepada publik bahwa Kabupaten Kudus memiliki pesona alam yang bisa dieksplorasi.
”Pas muncak ke sana saya cukup bawa handphone dan mengambil potongan video. Lalu saya upload ke sosial media saya dan mendapat respon bagus,” kata pria yang berdomisili di Jakarta ini.
Dia menyebut, pendakian ini cukup berkesan. Karena sering berpapasan dengan warga sekitar. Lantaran jalur tersebut merupakan akses warga menuju ladang.
Selain ke Puncak 29, Wildan juga pernah mendaki ke Puncak Argopiloso. Medannya cukup menantang di sana.
Tanjakan cukup banyak serta jalurnya dipenuhi akar pohon. Dia harus merambat dan mendaki jalur tersebut.
”Kalau di Puncak 29 medannya tanah, sementara di Puncak Argopiloso kebanyak akar,” katanya.
Bagi pendaki yang ingin mendaki ke sana, disarankan untuk menyiapkan fisik yang kuat.
Selain itu, tidak lupa membawa bekal yang cukup. Yang utama adalah air minum dan makanan ringan.
Sementara untuk di Puncak Natasangin, perlu kehati-hatian saat melintas di Jalur Naga. Kondisi jalannya sempit. Sementara di samping kanan dan kirinya terdapat jurang. (gal/zen)
Editor : Ali Mustofa