KUDUS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Colo di Jalan Raya Kudus–Colo, Kecamatan Dawe.
Hasilnya, progres pembangunan fasilitas kesehatan tersebut baru mencapai sekitar 25 persen dari total pekerjaan yang direncanakan.
Ketua Komisi D DPRD Kudus, Mardijanto, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan proyek yang dinilai sangat penting bagi masyarakat di kawasan pegunungan Muria.
Menurutnya, keberadaan Pustu Colo akan menjadi solusi untuk mendekatkan akses layanan kesehatan bagi warga yang selama ini harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan pelayanan medis.
“Sidak di Pustu Colo ini menjadi bagian dari upaya kami untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana. Saat ini progresnya baru sekitar 25 persen, jadi perlu kita dorong agar bisa lebih cepat,” ujar Mardijanto.
Untuk mempercepat penyelesaian, DPRD meminta agar jumlah tenaga kerja di lapangan ditambah dari sebelumnya 12 orang menjadi lebih dari 20 orang.
Pihaknya juga membuka opsi kerja lembur asalkan kualitas pembangunan tetap terjaga.
“Karena waktunya tinggal dua bulan, kami minta pekerjanya ditambah dan kalau perlu lembur. Tapi kualitas bangunan tetap harus sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditetapkan,” tegasnya.
Sementara itu, Ahmad Muhammad, Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kudus, menjelaskan bahwa proyek pembangunan Pustu Colo menggunakan anggaran dari APBD Kudus yang bersumber dari dana cukai, dengan nilai kontrak sekitar Rp900 juta.
Pembangunan dimulai sejak 27 Agustus 2025 dan ditargetkan rampung pada 9 Desember 2025.
Dengan luas lahan hampir 1.000 meter persegi, Pustu ini diharapkan mampu menjadi pusat layanan kesehatan terdekat bagi warga di sekitar lereng Muria.
“Tujuan utama pembangunan Pustu ini adalah untuk mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat agar bisa mendapatkan pelayanan yang lebih cepat dan layak,” jelas Ahmad.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap pelaksanaan proyek dilakukan secara rutin untuk memastikan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis, termasuk dalam hal material dan ketersediaan tenaga kerja.
“Kami ingin hasilnya optimal dan sesuai kontrak. Karena itu, pengawasan dilakukan secara berkala agar proyek bisa selesai tepat waktu dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” tandasnya.
Pembangunan Pustu Colo menjadi salah satu prioritas Pemkab Kudus dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan di daerah pegunungan. DPRD berharap percepatan pembangunan bisa terealisasi tanpa mengorbankan mutu dan keamanan bangunan. (dik)
Editor : Ali Mustofa