Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

UIN Sunan Kudus Gelar Evaluasi KKN Moderasi Beragama, Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 30 September 2025 | 18:14 WIB
Photo
Photo

JEPARA – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kudus menggelar Forum Group Discussion (FGD) Evaluasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Moderasi Beragama Tahun 2025 di Hotel D’Season Premiere Jepara, Kamis (25/9).

Kegiatan ini diikuti jajaran pimpinan universitas, dosen pembimbing lapangan (DPL), panitia KKN, sembilan camat se-Kabupaten Kudus, serta mitra dari pemerintah daerah pada 25–26 September, di Hotel D’Season Premiere Jepara.

FGD evaluasi ini menjadi wadah refleksi atas pelaksanaan KKN Moderasi Beragama yang berlangsung di berbagai desa mitra.

Sejumlah pihak menyampaikan apresiasi sekaligus masukan agar program semakin berdampak bagi pembangunan sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Sosial Budaya BAPPEDA Kudus, Sri Wahyuni, SE, MT, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.

Menurutnya, mahasiswa telah berkontribusi nyata dalam penguatan toleransi, edukasi kebangsaan, dan pengembangan kelembagaan lokal.

“Evaluasi ini menjadi ruang reflektif untuk memperkuat sinergi kelembagaan antara kampus dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Sementara itu, I’in Vestriaswari, SE, Kepala Bidang Ideologi, Wasbang, dan Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya Agama Bakesbangpol Kudus, menyoroti urgensi penguatan ideologi Pancasila melalui program KKN.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya menjalankan program akademik, tetapi juga menjadi agen pembumian nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

Apresiasi juga datang dari sejumlah camat. Camat Kaliwungu berharap KKN dapat menjadi program berkelanjutan di Kabupaten Kudus karena kontribusinya dalam menanamkan nilai Islam moderat.

Camat Gebog menekankan peran mahasiswa dalam penanganan stunting dan penguatan potensi desa.

Camat Kota Kudus menilai keberhasilan KKN terlihat dari kesan positif masyarakat yang merasa kehilangan saat mahasiswa berpamitan.

Adapun Camat Dawe menyoroti kontribusi mahasiswa dalam pengembangan desa wisata sekaligus program pencegahan stunting.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UIN Sunan Kudus menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan investasi sosial bagi mahasiswa dan institusi.

Ia juga menyampaikan capaian transformasi kelembagaan dari IAIN menjadi UIN Sunan Kudus, termasuk pengembangan program studi, pembangunan infrastruktur, dan visi menuju kampus unggul serta berdaya saing global.

“Evaluasi bukan hanya refleksi, tetapi juga fondasi untuk inovasi dan perbaikan berkelanjutan. Dengan semangat kebersamaan, UIN Sunan Kudus siap melangkah lebih jauh dalam pengabdian dan pembangunan sumber daya manusia berintegritas,” ucapnya. (*)

 

Editor : Ali Mustofa
#jepara #mahasiswa #akademik #kkn #uin sunan kudus #moderasi beragama