KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus bersama Forkopimda, tokoh agama, pemuda, dan berbagai organisasi masyarakat menggelar Deklarasi Kudus Damai di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (1/9).
Deklarasi ini digelar untuk memperkuat komitmen menjaga kondusifitas daerah sekaligus mengantisipasi provokasi yang bisa memicu kericuhan.
Dalam deklarasi tersebut, seluruh elemen masyarakat yang hadir menandatangani pernyataan sikap bersama.
Baca Juga: UMK Serukan Tolak Kekerasan, Tegakkan Keadilan Affan dan Doa Bersama
Ada empat poin utama yang disepakati, yakni menolak segala bentuk kekerasan, mengutuk tindakan anarkis, menjaga persatuan agar tidak mudah diadu domba, serta berkomitmen menjaga ketertiban dan keamanan di Kabupaten Kudus.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap isu-isu menyesatkan.
“Kami mengajak semua pihak menjaga Kudus tetap adem ayem dan tidak mudah terprovokasi. Informasi yang beredar di media sosial harus dikonfirmasi lebih dulu, agar tidak menimbulkan keresahan,” ujarnya.
Sam’ani juga mendorong pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) di desa-desa.
Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi benteng utama dalam menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami bersama Forkopimda hingga ke tingkat RT siap menjaga agar tidak ada pihak yang memanfaatkan keadaan untuk membuat kerusuhan,” tambahnya.
Sebagai langkah nyata, Forkopimda bersama aparat gabungan telah melakukan patroli di berbagai titik.
Baca Juga: Seribu Lilin Mahasiswa Kudus untuk Affan, Pengemudi Ojol yang Meninggal Terlindas
Bupati bersama Kapolres, TNI, DPRD, dan tokoh masyarakat turun langsung menemui warga, memberikan rasa aman, sekaligus menyerap informasi di lapangan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kudus, Masan mengatakan situasi dan kondisi di Kudus aman sejahtera kondusif lahir dan batin.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kudus dan Pemkab Kudus serta jajarannya yang telah menjaga ketertiban dan keamanan di Kudus.
Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Kurniawan, mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi hoaks yang banyak beredar, seperti isu penembakan oleh sniper, pemadaman listrik, hingga rencana demo serentak.
Baca Juga: DPRD dan Pemkab Kudus Sepakati KUA-PPAS 2026
“Semua itu hoaks. Jangan terpengaruh kabar palsu yang tujuannya memecah belah,” tegasnya.
Deklarasi damai yang ditandatangani simbolis oleh Bupati, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemuda ini diharapkan mampu mempererat persatuan.
Kudus diharapkan tetap menjadi daerah yang aman, tentram, dan terbebas dari provokasi. (dik)
Editor : Ali Mustofa