KUDUS - Kutuk Fest menghadirkan sound horeg di Desa Kutuk Undaan yang berlangsung Minggu (24/8) diduga membawa dampak bagi warga. Palfon rumah warga
Kondisi ini diketahui lewat postingan akun Instagram Mahendrayulfitra.
Dalam postingan itu menyebutkan, NGGA JADI DELETE SAMPAI DIRESPON BUPATI DAN WABUP @samani_intakoris @bellindabirton )
kejadian kerusakan diakibatkan sound horeg hari ini di Desa keluarga besar saya di Desa Kutuk Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus.
Tadi saya lapor ke bu Wabup @bellindabirton dan langsung ditindaklanjuti (thanks) tapi ada salah satu oknum entah dari panitia/desa yang tidak suka dan dengan nada yang tidak enak langsung chat saya.
Saya memohon kepada bu Wabup untuk MELARANG PENUH kegiatan seperti ini di wilayah Kabupaten Kudus.
Di Video itu sedang lewat depan rumah Pakde saya yang baru selesai operasi dan tidak bisa istirahat karena rumahnya pada rontok langit-langitnya karena bangunan tua.
Juga yang hancur di foto ini rumah Bude saya satu lagi. semua pakde bude saya LANSIA.
”Ini bukan hanya sekedar soal GANTI RUGI. BANYAK HAL LAIN YANG LEBIH MEMBAHAYAKAN. kalau rumah rubuh keluarga saya ada yang tertimbun lalu meninggal? mau ganti rugi apa? NGGABISA DIGANTI UANG. tolong LARANG SEGERA HAL-HAL SEPERTI INI. @samani_intakoris @bellindabirton,” tulis pada postingan itu.
Saya memohon kepada Pak Bupati @samani_intakoris dan bu Wabup @bellindabirton saya yakin anda orang terpelajar, intelek, dan paham bahwa kegiatan seperti ini NILAI NEGATIFNYA LEBIH BANYAK DIBANDING POSITIFNYA.
Tolong dilarang karena ini adalah karnaval sound horeg kesekian kalinya di desa Kutuk setelah lebaran kemarin takbir keliling juga pakai sound horeg.
LISTRIK PADAM SEHARIAN, AKTIVITAS MASYARAKAT TERGANGGU HANYA UNTUK KESENANGAN SEGELINTIR ORANG. JANGAN TUNGGU ADA YANG MENINGGAL, BUKTIKAN KALAU NYAWA RAKYAT ITU BERHARGA DIBANDING BISNIS SEGELINTIR PEMILIK VENDOR SOUND YANG KEBANYAKAN JUGA DARI JAWA TIMUR!!!! @bellindabirton @samani_intakoris.
Dalam postingan tersebut juga ditampilkan plafon rumah warga mengalami hancur. Atap plafon tersebut rontok.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memberikan tanggapan atas postingan itu. Dia berkomentar, kami koordinasikan dengan instansi terkait.
”Semoga Kudus harmoni, saling menjaga kondusifitas masyarakat, ayo saling menolong, santun, dan gotong royong,” tulis Samani.
Terpisah, Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo menyampaikan telah menerima laporan tersebut. Pelaksanaan pawai sound hored tersebut berjalan dengan lancar.
”Terkait kerusakan itu, dari panitia sudah bertanggungjawab mengganti kerusakan dan kerugian dari pawai itu,” katanya.
Sementara terkait peraturan diperbolehkan atau tidaknya penyelenggaraan sound horeg tersebut, kata Kapolres sudah ada maklumat larangan.
Namun lebih jauh ia akan menunggu aturan yang telah disepakati itu. (gal)
Editor : Ali Mustofa