Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Eduwisata Kopi Muria Tarik Minat Generasi Muda

Andika Trisna Saputra • Minggu, 17 Agustus 2025 | 23:23 WIB
WAWASAN: Pemandu wisata menjelaskan proses penanaman kopi hingga panen kepada peserta, baru-baru ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
WAWASAN: Pemandu wisata menjelaskan proses penanaman kopi hingga panen kepada peserta, baru-baru ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

DAWE – Jelajah kebun kopi menjadi daya tarik tersendiri dalam perayaan tradisi wiwit kopi di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Puluhan peserta dari kalangan pelajar SMA sederajat, mahasiswa, hingga pegiat lingkungan diajak menyusuri kebun kopi di jalur pendakian menuju Puncak Argo Jembangan, Gunung Muria, belum lama ini.

Kegiatan bertajuk Eduwisata Kopi Japan itu bukan sekadar jalan santai.

Baca Juga: Fashion Show Warnai Perayaan 17-an di Kudus, Begini Penampakannya

Peserta diperkenalkan proses panjang penanaman hingga perawatan kopi sebelum siap panen.

Metode ini diharapkan mampu memberikan wawasan baru tentang tata cara budidaya tanaman kopi yang banyak tumbuh di lereng Muria.

Pemandu eduwisata, Nurul Hidayatul Husna, menjelaskan bahwa program jelajah kopi dirancang agar wisatawan semakin dekat dengan kopi Muria sekaligus mengenal budaya petani lokal.

“Peserta diajak berjelajah menyusuri kebun kopi di jalur pendakian Argo Jembangan, mengamati jenis tanaman kopi, serta mendengar sejarah singkat kopi di Muria,” katanya.

Menurut Nurul, pendekatan ini lebih efektif untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan perkopian dibanding hanya melalui teori.

Sepanjang jalur, peserta bahkan dapat menjajal sensasi memetik kopi langsung dari kebun warga yang mengelola lahan perhutani.

Mereka juga dikenalkan pada kearifan lokal petani yang hidup berdampingan dengan alam.

Baca Juga: Stasiun Koedoes, Saksi Bisu Dua Kali Baku Tembak

Momentum kegiatan terasa lebih spesial karena bertepatan dengan musim panen raya.

Peserta berkesempatan berinteraksi langsung dengan petani yang sedang memanen kopi.

Setelah perjalanan sekitar satu kilometer hingga pos satu pendakian, rombongan disuguhi hidangan tradisional di alam terbuka sembari berdiskusi ringan seputar kopi.

Nurul berharap eduwisata kopi ini semakin dikenal luas dan menjadi alternatif wisata edukatif di Kudus, khususnya bagi generasi muda dari luar daerah.

Baca Juga: Gapura dengan Lampu Otomatis Bernuansa Filosofis Meriahkan 17 Agustusan di Kudus

“Harapannya, pengalaman ini memberi kesan mendalam dan membuat mereka semakin mencintai kopi lokal Muria,” katanya.

Salah satu peserta asal Blora, Nadia Azizatul Luthfia (17), mengaku terkesan dengan pengalaman perdananya menjelajah kebun kopi.

“Seru, meskipun capek berjalan sampai pos 1, tapi pemandangan alam dan kebun kopi setimpal dengan perjalanannya,” ujarnya.

Nadia menambahkan, ia mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang kopi, mulai dari syarat ketinggian, suhu, hingga cara memetik buah kopi yang dikenal dengan istilah ngruwok.

“Ternyata setiap jenis kopi punya karakteristik berbeda, dan proses merawatnya juga butuh ketelatenan,” ungkapnya. (dik)

Editor : Zainal Abidin RK
#generasi muda #wiwit kopi #eduwisata #kopi muria #Kudus