KUDUS – Ketua DPRD Kudus, Masan, menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang disampaikan dalam Pidato Kenegaraan di Gedung DPR/MPR RI, Jumat (15/8).
Penegasan itu ia sampaikan usai memimpin Rapat Paripurna DPRD Kudus.
Menurutnya, banyak hal strategis yang diutarakan presiden, khususnya terkait pertumbuhan ekonomi nasional yang dinilai masih cukup baik.
Baca Juga: RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus Bangun Gedung Stroke Onkologi dan IGD PONEK
Momentum ini, kata Masan, menjadi pijakan penting dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
“Dengan peraturan baru dari Menteri Keuangan, kita akan melakukan efisiensi terhadap belanja-belanja yang kurang bermanfaat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, anggaran hasil efisiensi akan dialihkan untuk program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama kelompok ekonomi bawah.
Masan menyoroti kemiskinan ekstrem di Kudus yang memerlukan penanganan detail hingga tingkat desa.
“Kami akan manfaatkan babinsa, bhabinkamtibmas, RT, RW, dan bidan desa untuk memetakan warga yang belum hidup layak, seperti rumah tidak layak huni atau tidak memiliki jamban,” ujarnya.
Upaya tersebut akan dijalankan secara bertahap melalui pendanaan APBD maupun bantuan dari perusahaan swasta.
Masan mencontohkan pembangunan jamban dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kecamatan Dawe yang menjadi bukti pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Selain fokus pada kemiskinan, DPRD Kudus juga mendorong penguatan sektor usaha mikro, termasuk pedagang kaki lima (PKL), sebagai salah satu penopang daya beli masyarakat.
Masan menekankan pentingnya menyeimbangkan jumlah PKL dengan peningkatan daya beli.
“Kalau PKL banyak tapi daya beli turun, ya repot. Makanya kita harus tekan inflasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, DPRD akan mendorong komunikasi yang intensif dengan kalangan pengusaha agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).
Baca Juga: Masih di Level Pratama, Kudus Siapkan Strategi Baru Biar Lolos KLA Madya
Hal ini diyakini mampu menjaga lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Mayoritas anak muda Kudus membutuhkan lapangan kerja. Kalau mereka bisa bekerja, itu berkah bagi daerah. Tapi kalau tidak ada pekerjaan, justru akan jadi masalah. Ini yang harus kita carikan solusi,” katanya. (dik)
Editor : Mahendra Aditya