KUDUS - Polres Kudus menyiagakan personelnya di perbatasan Kabupaten Kudus-Pati untuk mengantisipasi massa yang hendak mendekat ke demonstrasi di Alun-alun Pati Rabu (13/8).
Personil yang disiagakan di perbatasan tersebut ada sebanyak 83 orang.
Posko penyekatan Polres Kudus ini didirikan di depan PT Starindo, atau yang berada di Jalan Kudus-Pati KM 9 Kaliampo, Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati.
Polisi melakukan pantauan lalu lintas di sekitar perbatasan Kabupaten Pati dengan Kabupaten Kudus.
Kabagops Polres Kudus, Kompol Eko Pujiyono menyatakan, personel disiagakan di perbatasan Kudus-Pati. Jumlahnya ada sebanyak 83 personel.
Selain menyiagakan anggota polisi di perbatasan Kudus-Pati, personel disiagakan di sejumlah titik perbatasan Kabupaten Kudus.
Antara lain, di Tanggulangin dan di Jetak atau perbatasan Kabupaten Kudus-Jepara.
”Kami menyiapkan personel di tiga titik, selain di perbatasan Kudus-Pati ada di Tanggulangin dan Kaliwungu,” jelasnya.
Dia menambahkan, untuk rincian personel di perbatasan Kudus-Demak ada sebanyak 30 polisi. Sedangkan di perempatan Jetak Kaliwungu ada 35 personel.
”Kami juga mengirimkan personel bantuan ke Pati, ada sebanyak 60 orang personel yang kami tugaskan,” katanya.
Eko menambahkan, untuk kategori yang akan ditindak adalah truk pengangkut sound horeg.
Dia menyebut kondisi ini akan membuat penyampaian aspirasi dari massa tidak terdengar.
”Sejauh ini belum ada temuan di lokasi, namun kami masih siaga di lokasi,” katanya.
Sementara itu, personel akan disiagakan hingga kegiatan demo itu selesai. Dia berharap penyampaian aspirasi berjalan kondusif.
Diketahui, Massa demo di depan Kantor Bupati Pati sempat tegang dan diwarnai kericuhan. Massa juga merusak pagar kawat berduri di lokasi aksi.
Bahkan kondisi sempat memanas lantaran polisi berupaya memindahkan truk kontainer yang sengaja diparkir di depan gerbang kantor bupati Pati. (gal)
Editor : Ali Mustofa