Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak Sekadar Lomba, Ini Terapi Jiwa Penyandang Disabilitas di PPSDSN Pendowo Kudus

Andika Trisna Saputra • Rabu, 6 Agustus 2025 | 23:11 WIB
LOMBA GOYANG BALON: Peserta penyandang disabilitas mental dan netra mengikuti lomba goyang balin di PPSDSN Pendowo, pagi ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
LOMBA GOYANG BALON: Peserta penyandang disabilitas mental dan netra mengikuti lomba goyang balin di PPSDSN Pendowo, pagi ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Keterbatasan fisik dan mental seringkali menjadi penghalang bagi seseorang untuk menerima diri sendiri (self-acceptance).

Banyak yang akhirnya larut dalam perasaan menyalahkan keadaan.

Namun, suasana berbeda tampak di Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra (PPSDSN) “Pendowo” Kudus, Rabu (6/8).

Baca Juga: Warga Kudus Dihebohkan Penemuan Sosok Pria Tewas Mendadak di Utara PLN Tenggeles, Begini Kronologinya

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, PPSDSN Pendowo menggelar serangkaian lomba 17-an yang tak sekadar meriah, tetapi juga sarat makna.

Lomba-lomba ini menjadi ruang kesetaraan dan terapi mental bagi para penyandang disabilitas netra maupun mental untuk membangun kembali semangat hidup mereka.

Goyang balon, joget hula hoop, estafet air, hingga lomba pukul air digelar meriah di halaman panti.

Para peserta berusia 15-50 tahun, yang berasal dari berbagai daerah tampak antusias dan penuh tawa mengikuti rangkaian perlombaan yang dikemas menyenangkan tersebut.

Fahrama Tegar Wibowo (25), penyandang disabilitas netra asal Semarang, mengaku sangat senang mengikuti lomba.

“Senang bisa kumpul dan bersenang-senang sama teman. Tadi ikut lomba joget balon dan dapat peringkat empat,” ucapnya sambil tersenyum.

Tegar mengalami kehilangan penglihatan pada awal 2024 dan sempat mengalami trauma psikologis.

Baca Juga: Pelatihan BPBD Kudus Ini Bikin Siswa Siap Selamat! Begini Potretnya

Namun, sejak tinggal di PPSDSN Pendowo dan bertemu dengan teman-teman senasib, ia perlahan mulai bangkit dan menerima keadaannya.

“Pernah ingin menyerah, kenapa saya yang harus mengalami ini. Tapi sekarang saya sudah bisa menyikapi perlahan. Kegiatan seperti ini sangat membantu,” ujarnya.

Tegar adalah satu di antara 58 peserta lomba penyandang disabilitas yang ikut meramaikan kegiatan ini.

Bagi mereka, lomba Agustusan bukan sekadar hiburan, tapi juga sarana pemulihan mental dan pertemuan dengan sesama yang memahami perjuangan masing-masing.

Baca Juga: Kesbangpol Kudus Beri Imbauan Ini Terkait Kasus LSL, Begini Katanya

Kepala PPSDSN Pendowo Kudus, Sundarwati, menegaskan bahwa para penyandang disabilitas tidak perlu dikasihani.

“Mereka hanya perlu diberi ruang untuk bisa setara dan mandiri. Lomba ini adalah wujud dari ruang itu,” katanya.

Lomba Agustusan akan digelar selama tiga hari dan ditutup dengan kegiatan jalan sehat bersama di Balai Jagong Kudus.

Menurut Sundarwati, kekompakan dan keceriaan para peserta menjadi bukti bahwa semangat mereka untuk hidup tidak pernah padam.

“Tadi bisa dilihat sendiri, semangat dan kehebohan mereka. Mereka benar-benar bahagia. Itu yang ingin kami bangun, semangat untuk terus hidup dan tidak patah semangat,” katanya. (dik)

Editor : Ali Mustofa
#lomba agustasan #penyanda disabilitas #kemerdekaan #terapi #disabilitas