Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Edukasi Kebencanaan, SPAB SMAN 1 Kudus Dibentuk, Ini Tujuannya!

Andika Trisna Saputra • Jumat, 1 Agustus 2025 | 23:01 WIB
SIMULASI: Petugas dari BPBD Kudus menunjukkan cara untuk memadamkan kebakaran kecil kepada siswa SMA, pagi ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
SIMULASI: Petugas dari BPBD Kudus menunjukkan cara untuk memadamkan kebakaran kecil kepada siswa SMA, pagi ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Edukasi kebencanaan kini makin diperkuat di lingkungan sekolah guna mengurangi resiko saat terjadi bencana.

SMAN 1 Kudus mengambil langkah inisiatif dengan membentuk Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) pada Jumat (1/8), bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun sekolah tersebut. 

Peluncuran SPAB SMAN 1 Kudus ini turut dihadiri Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, dan jajaran BPBD Kudus.

Baca Juga: Ada Car Free Night, Dishub Kudus Tutup Jalan dr. Ramelan, Ini Jalur Rekayasa Arus Lalu Lintasnya!!

Dalam sambutannya, Bupati Sam’ani menekankan pentingnya pengetahuan serta keterampilan dasar kebencanaan bagi para pelajar.

Ia menyebut bahwa risiko bencana di sekolah tak bisa dipandang sebelah mata.

Gempa bumi, banjir, kebakaran, dan angin puting beliung disebut sebagai ancaman yang bisa terjadi kapan saja.

“Bencana bisa terjadi sewaktu-waktu, termasuk saat siswa sedang belajar. Maka, penting bagi mereka untuk tanggap dan tidak panik. Ini juga bekal hidup jika nanti mereka tinggal di luar daerah untuk melanjutkan pendidikan,” ujar Sam’ani.

Ia juga mendorong peran aktif organisasi di sekolah seperti Pramuka, PMR, dan UKS untuk menjadi garda terdepan dalam pertolongan pertama. 

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Mundir, menegaskan bahwa Kudus termasuk daerah dengan risiko bencana tinggi.

“Ada tujuh potensi bencana yang mengancam, seperti banjir genangan dan bandang, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, cuaca ekstrem, dan kekeringan. Ini harus disikapi dengan membangun kesadaran sejak dini, termasuk di lingkungan sekolah,” jelas Mundir.

Baca Juga: Tak Ada Angin dan Hujan, Rumah di Kudus Ambruk! Begini Kronologinya!

Ia mengatakan sejauh ini baru sekitar lima persen sekolah di Kudus yang telah membentuk tim mitigasi bencana.

Ada 11 sekolah yang sudah dibentuk tim siaga bencana dan telah menerima pelatihan, yaitu SMP 3 Satu Atap Gebog, SMP 1 Undaan, SMP 2 Undaan, SMP 1 Mejobo, SMP 2 Mejobo, SMP 3 Dawe, SMP IT Qolsaba, SMP IT Assa'idiyyah, SMP 2 Jati, SMA 1 Kudus, dan SMA 1 Mejobo.

Capaian sosialisasi SPAB di Kudus juga masih tergolong rendah.

Hingga saat ini, baru 72 sekolah dari total 525 sekolah yang telah tersosialisasi mitigasi bencana.

Baca Juga: Dana Banpol 2025 Resmi Cair Rp2,5 Miliar: Ini Daftar Partai dan Jumlah yang Diterima

Rinciannya, 46 SD dari total 425 SD, 13 SMP/MTs dari 54 sekolah, dan 13 SMA/SMK/MA dari 46 sekolah. 

Retno Tunjung Sari, Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Kudus, menuturkan bahwa pelatihan disesuaikan dengan kondisi nyata di sekolah.

“Misalnya, kami latih siswa seolah-olah sedang belajar lalu terjadi gempa. Mereka harus tahu jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman,” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal tumbuhnya budaya sadar bencana di kalangan pelajar.

“Yang utama adalah membekali siswa agar tidak panik, tahu menyelamatkan diri, dan mampu membantu orang lain saat terjadi bencana,” katanya.

Peluncuran SPAB di SMAN 1 Kudus tidak hanya sebatas seremonial.

Para siswa mengikuti pelatihan langsung dari BPBD, seperti simulasi evakuasi dan pemadaman api ringan.

Mereka dikenalkan pada prosedur penggunaan alat pemadam kebakaran serta pentingnya keselamatan diri. (dik)

Editor : Ali Mustofa
#pelajar #SPAB #sma 1 kudus #bpbd kudus #edukasi kebencanaan