KUDUS – Penyaluran bantuan pangan berupa beras dari program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dilakukan dua hari, Selasa dan Rabu (29-30/7), berlangsung di Aula Balai Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.
Warga penerima manfaat tampak memadati lokasi sejak pagi, antre membawa surat undangan, KTP, dan kartu keluarga untuk mendapatkan bantuan yang sangat dinantikan.
Bantuan beras ini merupakan alokasi dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) Kaliwungu.
Baca Juga: Kudus Dorong Sekolah Aman Bencana dan Inklusif, Ini Tujuannya!
Dropping beras ke desa2 telah dimulai sejak 21 Juli hingga 31 Juli 2025, mencakup seluruh desa di sembilan kecamatan se-Kabupaten Kudus.
Kemudian, penyalurannya kepada warga tergantung kesiapan desa masing-masing.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus, Didik Tri Prasetiyo, mengatakan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat di tengah harga beras yang masih tinggi.
Bantuan pangan beras CPP dari pemerintah pusat, dikelola oleh Bulog Kaliwungu.
Alokasi di Kudus sebanyak 45.854 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di semua desa/kecamatan se-Kabupaten Kudus.
“Distribusi kami serahkan ke desa-desa, sesuai kesiapan mereka. Harapan kami, bantuan tepat sasaran dan berjalan tertib,” ujarnya.
Di Desa Ngembalrejo, dropping beras dilakukan Kamis (24/7) lalu.
Baca Juga: Kebijakan Baru di Kudus: Semua ASN di Desa Harus Jadi Anggota Koperasi, Ini Alasannya!
Kepala Desa Ngembalrejo, Mohammad Zakaria, menjelaskan, bantuan diberikan untuk bulan Juni dan Juli, masing-masing 10 kilogram per KPM.
Total ada 675 KPM yang menerima bantuan di desanya.
“Penyaluran kami jadwalkan hari ini setelah proses verifikasi ulang selesai dilakukan oleh RT. Undangan pengambilan bantuan kami distribusikan Senin (28/7),” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa verifikasi sangat penting mengingat potensi perubahan data penerima, seperti kematian atau perpindahan domisili.
Baca Juga: Kudus Jadi Percontohan! BPBD Siapkan Layanan Khusus Disabilitas Saat Bencana
Dibanding tahun sebelumnya, jumlah penerima di Ngembalrejo memang menurun dari 800 menjadi 675.
Meski demikian, desa ini tetap menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak di Kecamatan Bae.
Zakaria menyoroti pentingnya bantuan ini bagi warganya, terlebih setelah banyak yang kehilangan pekerjaan akibat tutupnya sejumlah pabrik rokok.
“Bantuan pangan seperti ini sangat membantu. Kami berharap program bisa berlanjut, karena kebutuhan masyarakat makin berat,” imbuhnya.
Salah satu penerima, Rini, mengaku sangat bersyukur.
“Alhamdulillah, saya dapat dua karung beras, masing-masing karung berisi 10 kilogram. Ini sangat menolong untuk kebutuhan makan keluarga,” ujarnya sambil menggendong beras keluar dari balai desa.
Penyaluran berlangsung tertib, dibantu perangkat desa dan mahasiswa KKN.
Petugas juga siaga memastikan warga tertib antre dan membawa dokumen yang diperlukan.
Distribusi di desa-desa lain akan terus berlangsung sesuai jadwal yang telah disusun masing-masing pemerintah desa. (dik)
Editor : Ali Mustofa