KUDUS - Kondisi SD negeri di Kudus semakin memprihatinkan, beberapa sekolah mengeluh bangunan rusak karena lama tidak ada proses rehab, sedangkan sekolah swasta berlomba-lomba memperbaiki sarpras termasuk gedung sekolah.
Seperti yang dialami SD 5 Ngembalrejo kelas II dan III, yang sangat memprihatinkan.
Ruangan yang hampir roboh disangga kayu dan kelas tersebut masih aktif digunakan proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
Sekolah sudah mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus untuk bantuan rehap.
Pihaknya, sudah dua kali mengajukan, pertama tahun 2024 namun belum masuk daftar penerima bantuan rehab.
Kemudian diajukan kembali Februari 2025 dan dianjurkan pihak dinas untuk pengajuan bantuan DAK pusat, kini kondisi plafon kelas II dan III SD 5 Ngembalrejo semakin mengkhawatirkan.
Plt Kepala SD 5 Ngembalrejo Sumani, mengatakan kerusakan plafon kelas II dan kelas III mulai 2023, kayu-kayu yang lapuh dan jatuh membuat plafon ambrol, sehingga untuk sekarang ini disangga kayu.
"Kelas tersebut masih aktif di gunakan KBM, masih ada bagian ruang yang kondisinya masih aman, karena memang keterbatasan ruang," ujarnya.
Sumani menambahkan, ruang kelas yang rusak sudah berkali-kali diajukan agar mendapatkan bantuan, tapi sampai saat ini belum juga dapat bantuan. (san)
Editor : Ali Mustofa