Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pameran Turots Nusantara di Kudus, Bongkar Karya Warisan Intelektual Islam Bernilai Sastra Tinggi

Andika Trisna Saputra • Minggu, 13 Juli 2025 | 23:51 WIB
PAMERAN: Pengungjung melihat salah satu kitab dalam Pameran Turots di kompleks YM3SK, siang ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
PAMERAN: Pengungjung melihat salah satu kitab dalam Pameran Turots di kompleks YM3SK, siang ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KOTA – Pameran “Intelektual Syaikh Abdul Hamid Kudus dan Jejak Ulama Kudus dalam Khazanah Keilmuan Islam” resmi dibuka pada Minggu (13/7).

Pameran tersebut digelar di kompleks Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK).

Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian Pameran Turots Nusantara yang berlangsung hingga Rabu, (16/7), dengan tujuan mengangkat kembali warisan intelektual ulama-ulama Nusantara.

Baca Juga: Transportasi Massal Lintas Kabupaten Segera Hadir, Kudus Jadi Pusatnya!

Ketua Nahdlatut Turots, KH Utsman Hasan Al-Akhyari, menjelaskan bahwa Kudus menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian nasional ini.

Sebelumnya, pameran serupa telah digelar di beberapa kota dan akan dilanjutkan ke Makassar, mengangkat tokoh besar seperti Syekh Yusuf Makassar.

“Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa kita jangan sampai tercerabut dari akar para ulama terdahulu yang sangat kuat secara intelektual,” ujar Utsman.

Salah satu tokoh yang diangkat dalam pameran ini adalah Syekh Abdul Hamid Kudus, seorang ulama mutafannin yang dikenal ahli di berbagai bidang keilmuan Islam, khususnya tata bahasa Arab.

Karya beliau yang dilaunching dan ditampilkan yaitu Fathul Aliyyil Karim fi Maulidin Nabiyil Adzim, menjadi sorotan utama karena mengandung nilai sastra tinggi dalam bahasa Arab.

“Syekh Abdul Hamid adalah bukti bahwa ulama lokal memiliki kapasitas keilmuan luar biasa. Kita boleh merujuk ulama luar, tapi jangan sampai melupakan tokoh-tokoh hebat dari negeri sendiri seperti Syekh Mahfud Termas, Mbah Sholeh Darat, dan tentu saja Syekh Abdul Hamid Kudus,” tegas Utsman.

Pameran ini juga menjadi respons atas dorongan para masyayikh setelah peluncuran kitab di bulan Syawal lalu.

Baca Juga: Prosesi Salin Luwur Makam Sunan Muria Berlangsung Tertutup, Ribuan Peziarah Tetap Datang, Ini ALasannya

Utsman menyebut, setelah Kudus, pameran akan menyasar wilayah-wilayah lain seperti Sumatera, Makassar, Indonesia Timur, dan kota-kota besar lain.

Harapannya, generasi muda semakin dekat dengan manuskrip klasik dan tidak merasa minder dengan khazanah keilmuan lokal.

Sementara itu, Muhammad Fathan, Ketua YM3SK mengaku bersyukur Menara Kudus dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan.

“Pameran ini menjadi ajang berkumpulnya pecinta kitab kuning dari Kudus dan sekitarnya. Ini momen langka dan sangat berharga,” katanya. 

Baca Juga: Murid Baru di SMP 1 Kudus Ikuti Gladi Bersih Sambut MPLS, Ada Musik dan Tari Tradisional

Ia juga menyoroti tren positif meningkatnya minat santri terhadap kitab-kitab kuning, terlihat dari banyaknya santri luar daerah yang mondok di sekitar Kauman Menara.

Menurut Fathan, pameran ini juga menjadi bentuk nyata dari cita-cita para pendahulu yayasan seperti KH Hamid, KH Asnawi, dan KH Nur Hadi.

“Kami berharap para santri dari madrasah seperti Qudsiyyah dan TBS bisa semakin akrab dengan literatur klasik Islam,” tambahnya.

Ketua PCNU Kudus, KH Asyrofi Masyitho, turut mengapresiasi penyelenggaraan pameran ini.

Ia berharap kegiatan ini menginspirasi generasi muda untuk tidak hanya membaca, tapi juga mulai menulis karya-karya Islam modern.

“Semoga mereka bisa melahirkan kitab-kitab baru yang relevan dan bermanfaat bagi umat,” harapnya.

Baca Juga: Patut Berbangga, Kudus Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Peluncuran Jelajah Turats Nusantara PBNU

Dalam pameran ini, pengunjung dapat melihat berbagai naskah klasik, termasuk beberapa koleksi langka yang baru pertama kali dipamerkan ke publik.

Tak hanya memperkenalkan karya para ulama terdahulu, agenda ini juga membuka jalan bagi kampus-kampus dan pesantren untuk turut terlibat dalam pelestarian manuskrip warisan Nusantara. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#ulama #Turots #YM3SK #pameran #warisan intelektual