KUDUS – SMP Negeri 2 Gebog Kudus membentuk, tahun ajaran baru ini membuka program khusus kelas santri.
Kelas khusus ini nantinya akan mengarah pada lulusan tahfidz Alquran dan akan mulai dilakukan seleksi setelah masuk tahun ajaran baru pada 14 Juli 2025.
”Nantinya, ada dua kelas yang dipersiapkan untuk program khusus tersebut,” kata Kepala SMP 2 Gebog Ahadi Setiawan.
Pihaknya, menggandeng pengajar dari pondok pesantren (ponpes) terkemuka di Kabupaten Kudus, untuk proses seleksi murid yang dapat masuk dalam kelas santri.
Kuota yang dipersiapkan untuk kelas tersebut yakni 62 murid.
“Masuk tahun ajaran baru, di masa orientasi murid nanti akan ada seleksi kelas santri selama satu minggunan,” kata Ahadi.
Pada proses seleksi kelas santri, lanjut Ahadi, pihaknya akan membentuk tim khusus yang terdiri dari guru serta pengajar dari ponpes.
Program ini juga akan disosialisasikan kepada walimurid agar mendapat dukungan yang maksimal.
“Seleksi yang dilakukan berupa kemampuan dan kemampuan anak dalam membaca dan menulis Alquran. Tim penguji akan menentukan kelayakannya,” jelasnya.
Kemudian, pada teknis pelaksanaannya, program kelas santri di SMP 2 Gebog akan dilakukan setelah pembelajaran akademik di kelas.
Rencananya, jadwal pelaksanaan dilakukan pada pukul 14.00 hingga pukul 16.00 di sekolah.
“Jadi pelaksanaan setelah pembelajaran biasa, tanpa mengganggu pembelajaran mata pelajaran umum di kelas. Rencananya nanti dari hari Senin sampai Kamis, tapi masih kami diskusikan dulu,” tandasnya.
Ahadi berharap, dengan adanya kelas santri SMP Negeri 2 Gebog, maka dapat tercipta lulusan yang mencerminkan ketaqwaan dan keimanan yang kuat.
Selain itu, juga mengarah pada pencetakan generasi tahfidz yang hafal Alquran.
“Semoga dua kelas itu menjadi embrio ke arah bagus untuk menciptakan profil lulusan SMP 2 Gebog yang mencerminkan ketaqwaan dan keimanan,” tuturnya.
Saat ini, murid baru hasil seleksi SPMB tahun ajaran 2025/2026 di SMP 2 Gebog sebanyak 288 murid, sesuai dengan kuota daya tampung sekolah. Dari jumlah murid baru tersebut, akan terbagi delapan kelas. (san)
Editor : Mahendra Aditya