KUDUS – Beredar video viral aktivitas galian C di sekitar objek vital Bendung Logung di Kecamatan Jekulo. Kondisi galian itu, sudah cukup lama beroperasi.
Warga mengkhawatirkan akan memicu adanya kerusakan dan penurunan tanah bendungan.
Sempat juga ada video yang beredar di media sosial (medsos) tentang aktivitas penambangan tanah uruk itu.
Video berdurasi 1 menit 37 detik tersebut, ada alat berat yang sedang mengeruk tanah bendungan tersebut.
Selain itu, video tersebut juga terpampang lokasinya di Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, Dawe.
Juga ada GPS tertera Lat-6.757940, Long 110.920203 06/20/2025 04:56 PM GMT+07.00 Note: Captured by GPS Map Camera.
Salah satu warga Kecamatan Jekulo, Kudus, di dekat lokasi KA mengaku, operasi galian C telah berlangsung beberapa tahun terakhir.
Lokasi pekerja melakukan galian C tersebut, berada di sekitar Bendung Logung.
”Ya memang ada operasional alat berat di sana (galian C dekat Bendung Logung, Red) untuk mengambil tanah galian C,” katanya.
Sementara terkait apakah tambang galian C tersebut, berizin atau tidak, KA mengaku tidak mengetahui secara pasti.
Terpisah, Sekretaris Komisi C DRPD Kudus Rochim Sutopo menyarankan, aktivitas tambang galian C di dekat Bendung Logung tersebut, dihentikan untuk sementara waktu.
Alasan Rochim meminta penghentian galian C itu, karena sudah ada laporan kebocoran di sekitar area Bendung Logung.
Diduga rembesan atau kebocoran itu, akibat aktivitas galian C yang menimbulkan getaran alat berat aktivitas penambangan atanh uruk itu, di sekitar bendungan.
”Ada pengaruh pada gerakan alat berat ke tanah. Penampung air Bendung Logung informasinya ada ke bocoran. Saya harap bisa dihentikan dulu,” katanya.
Sementara terkait status izin galian C tersebut, Rochim mengaku belum mengetahui secara pasti.
”Galian C itu bisnis. Jadi, perlu izin sebagai bentuk auran yang harus ditaati. Perizinannya juga menyangkut unsur kajian lingkungan. Jika tidak membahayakan lingkungan diperbolehkan,” imbuhnya.
Saat ini, pihaknya tengah menggali data dan informasi terkait status galian C tersebut.
Dimungkinkan pada pekan ini, pihaknya akan menyidak lokasi galian C tersebut. (gal/lin)
Editor : Ali Mustofa