Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Disdikpora Kudus Luncurkan Program Sekolah Plus Ngaji, Ini Sasarannya

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 20 Juni 2025 | 17:13 WIB

 

SEKOLAH PLUS MENGAJI: Launching sekolah plus mengaji dilakukan di Gedung MBG Mejobo untuk meningkatkan mutu pendidikan sekolah negeri kemarin.
SEKOLAH PLUS MENGAJI: Launching sekolah plus mengaji dilakukan di Gedung MBG Mejobo untuk meningkatkan mutu pendidikan sekolah negeri kemarin.

KUDUS – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus meluncurkan program Sekolah Plus Ngaji, bertempat di Gedung Pusat Belajar Guru (PBG), kemarin (19/6) 2025.

Program Sekolah Plus Ngaji ini akan diterapkan di seluruh SD negeri dan untuk pilot project ada tiga sekolah yakni SD 2 Mlati Kidul, SD 1 Ngembal Kulon dan SD 4 Bulungcangkring.

Program ini akan menyentuh seluruh siswa dari kelas I hingga VI.

Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada mengatakan, program Sekolah Plus Ngaji ini diwujudkan selaras dengan visi misi Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton, berkenaan dengan pendidikan berkarakter dan kearifan budaya.

”Program Sekolah Plus Ngaji ini dimulai pada tahun ajaran baru 2025/2026 untuk semua SD negeri di Kudus. Jadi, tiap-tiap sekolah akan menerapkan pendidikan agama, yakni mengaji, di samping pembelajaran akademik,” kata Harjuna.

Pelaksanaan program tersebut dapat bervariasi, mulai dari baca dan tulis Alquran, menghafal surat-surat pendek dalam Alquran, salat berjamaah, membaca doa sehari-hari, hingga membaca asmaul husna di setiap kelas.

”Harapannya ke depan, harus sukses sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Kudus. Outputnya nanti anak agar tidak hanya baik dalam akademik tetapi juga berkarakter dan berbudi agama,” jelasnya.

Kabid Dikdas Disdikpora Kudus Anggun Nugroho mengatakan, ada empat poin dalam Program Sekolah Plus Ngaji, yakni menulis, membaca dan menghafal Alquran, kemudian membiasakan.

”Harapannya nanti 70 persen siswa yang sudah lulus SD itu hafal juz 30. Jadi untuk mengaji ini akan sesuai tingkatannya, mulai menulis, membaca hingga menghafal,” tambahnya.

Nantinya, siswa yang lulus dengan hafalan juz 30, akan mendapatkan semacam piagam yang diterbitkan oleh sekolah.

Piagam tersebut dapat menjadi poin tambahan untuk prestasi masing-masing siswa saat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

Pihaknya berharap, dengan adanya program tersebut, maka tidak ada lagi perundungan, tidak ada lagi siswa yang tidak menghormati guru.

Sehingga, tercipta karakter anak yang lebih baik selaras dengan norma agama. (Indah Susanti)

Editor : Ali Mustofa
#pendidikan karakter #Disdikpora #pemkab #sekolah #ngaji #Kudus