KUDUS – Kondisi lampu penerangan jalan umum (LPJU) di sepanjang ruas Jalan Lingkar Timur, Kudus, kian mengkhawatirkan.
Di malam hari, jalur strategis yang menghubungkan berbagai kawasan industri dan pemukiman itu berubah menjadi lintasan gelap tanpa penerangan.
Bukan sekadar soal bola lampu yang padam, namun lebih dari itu, tiang-tiang besi penyangga LPJU dilaporkan telah mengalami pelapukan serius, sehingga tidak memungkinkan dilakukan perbaikan.
Baca Juga: Stadion Wergu Wetan Diperawatan Intensif Jelang Musim Baru
Kondisi ini pertama kali mencuat setelah sejumlah warga melaporkan padamnya lampu jalan di kawasan tersebut melalui kanal aduan resmi Pemkab Kudus, Wadul K1 dan K2.
Aduan tersebut merinci bahwa sejumlah titik lampu jalan—terutama yang berada di wilayah Ngembal Kulon hingga Tanjungkarang—telah lama tak berfungsi.
Merespons hal itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus mengerahkan tim khusus LPJU untuk melakukan pengecekan lapangan.
Namun, alih-alih melakukan perbaikan, tim justru menemukan fakta yang jauh lebih serius.
Tiang-tiang lampu yang menopang sistem penerangan di sepanjang jalan itu banyak yang sudah rapuh dan berkarat, bahkan sebagian di antaranya nyaris ambruk.
Dalam kondisi seperti ini, Dishub menyatakan tidak bisa mengambil tindakan perbaikan karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan petugas di lapangan.
Risiko terparah adalah runtuhnya tiang saat proses perbaikan berlangsung, yang bisa mengakibatkan kecelakaan fatal baik bagi petugas maupun pengguna jalan yang melintas.
Oleh karena itu, langkah teknis untuk memperbaiki sistem kelistrikan ditunda dan laporan resmi telah dikirimkan kepada pemerintah pusat.
Pasalnya, meski berada di wilayah administratif Kabupaten Kudus, Jalan Lingkar Timur masuk dalam kategori jalan nasional dan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
Dishub Kudus berharap ada langkah cepat dan konkret dari kementerian terkait untuk menangani kondisi ini.
Penggantian tiang dan sistem lampu jalan secara menyeluruh dinilai mendesak mengingat padamnya lampu di jalur tersebut sudah berlangsung cukup lama dan telah mengganggu kenyamanan serta keamanan pengguna jalan.
Apalagi, jalan lingkar ini bukan sekadar akses lokal, melainkan jalur penghubung antarwilayah yang dilalui berbagai jenis kendaraan, mulai dari kendaraan pribadi hingga truk berat.
Baca Juga: Gaji PNS & Pensiunan yang Naik 16 Persen, Termasuk TNI-Polri ! Ini Rincian Lengkapnya
Ketika malam tiba, tanpa penerangan memadai, risiko kecelakaan meningkat drastis, terutama di tikungan atau persimpangan yang minim visibilitas.
Di sisi lain, Dishub tetap menjalankan fungsi pemeliharaan LPJU di ruas jalan lainnya yang berada di bawah kewenangan kabupaten dan provinsi.
Kegiatan pemantauan dan penanganan kerusakan dilakukan secara berkala untuk memastikan lampu jalan tetap menyala dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Komunikasi lintas instansi juga terus dilakukan agar perbaikan LPJU, meski berada di jalur nasional, tetap mendapatkan perhatian dari otoritas pusat.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah pusat terkait tindak lanjut laporan Dishub Kudus.
Namun, harapan besar tertumpu pada adanya percepatan respon, terutama menjelang musim mudik Lebaran yang biasanya meningkatkan volume lalu lintas secara signifikan.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya soal estetika kota yang terganggu, tapi juga soal keselamatan dan kenyamanan warga yang dipertaruhkan.
Jalan gelap, tiang lapuk, dan potensi kecelakaan di malam hari bukan sesuatu yang bisa ditoleransi lebih lama.
Pemerintah pusat diharapkan segera turun tangan untuk mengakhiri kondisi “gelap” di Jalan Lingkar Timur sebelum terjadi insiden yang tidak diinginkan. (gal)