KUDUS - Pedagang Pasar Kliwon mengeluhkan sepinya pembeli menjelang lebaran. Para pedagang mengaku kepeminatan pembeli sekarang ini beralih ke belanja online.
Keluh kesah ini disampaikan oleh salah satu pedagang pasar Kliwon, Endang Susilowati.
Imbas dari sepinya pembeli tersebut harga bahan pokok tak mengalami kenaikan.
Ia mencontohkan, dulu setiap pukul 10.00 kondisi pasar terpantau ramai. Sekarang ini, kondisinya sepi.
Untuk persiapan lebaran, dia telah menyiapkan stok bahan sembako untuk pembeli. Namun stok barang tersebut terjual masih dalam taraf landai.
”Mungkin setelah THR dicairkan (Buruh rokok) biasanya ramai ke pasar,” imbuhnya.
Selain turunnya daya beli masyarakat, ia menilai saat ini masyarakat lebih cendurung berbelanja secara online.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus, Sutedjo menyatakan, telah mendengarkan aspirasi para pedagang tersebut.
Permasalahan itu terbilang sangatlah kompleks dan harus segera ditindaklanjuti.
Sutedjo menambahkan, tindaklanjut ini dinas perdagangan harus turun tangan.
Pembekalan materi pelatihan digital sangatlah diperlukan kepada para pedagang. Mengingat pola jual beli bergeser kea rah digital.
”Tentu ini perlu adanya pendampingan intensif, dan ada pembekalan pelatihan online kepada para pedagang,” katanya.
Pihak DPRD Kudus juga memastikan harga sembako menjelang lebaran ini tidaklah naik. Harga sembako masih dalam taraf normal. (gal)
Editor : Ali Mustofa