KUDUS – Blok pakaian Pasar Kliwon mulai ramai pembeli. Lebaran masih dua pekan lagi dan berburu baju baru sudah dimulai.
Mereka ada yang membeli gamis, sarung, baju koko sampai mukena.
Blok A dan D Pasar Kliwon kemarin (16/3) 2025 dipadati pembeli, selain itu momennya pas hari libur, sehingga meluangkan waktu untuk mencari baju baru.
Salah satu pengunjung Sri Mulyani asal Desa Klaling, Jekulo mengaku lebih suka belanja baju langsung ketimbang online.
”Ya kalau beli baju biasanya langsung ke toko, jarang membeli online. Enakan langsung bisa dicoba, pantas atau tidak kemudian memilihnya juga puas,” kata Sri.
Ia berbelanja kebutuhan baju baru bersama suami. Mereka berdua sudah mendapatkan baju gamis dan koko sesuai dengan selera dan pantas dipakai.
Selain berburu baju baru, Sri juga membeli perlengkapan lainnya, seperti toples dan karpet kecil untuk menghiasi rumahnya.
Menurutnya, belanja dipertengahan puasa ini barang-barang yang tersedia masih lengkap.
Meski sudah mulai ramai, kalau mepet hari H semakin ramai, sehingga Sri meluangkan waktunya untuk belanja kebutuhan Lebaran.
Pasar Kliwon mulai menampakkan ramai baru dua hari ini, Sabtu (15/3) lalu kondisi sekitar pasar sempat ada kemacetan, karena parkiran mobil memenuhi badan jalan dan itupun merata di sekitar Pasar Kliwon.
Blok C bagian jualan jilbab juga ramai. Bakul-bakul dari luar kota seperti Pati, Pekalongan dan lainnya membeli grosiran jilbab.
Salah satu penjaga kiosn jilbab di blok C Kartika mengatakan, sepekan ini pesanan jilbab sudah ramai.
”Ya ada yang datang langsung, ada juga pemesanan lewat online. Kami bisa melayani dua-duanya. Kalau online biasanya memilih di katalog nanti kami kirim via kargo atau paket. Rata-rata yang pesan online dari Kalimantan,” ungkapnya.
Lonjakan pembelian jilbab sekitar 50 persen, dan tahun ini dua minggu sebelum Lebaran sudah kualahan pemesanan, dibandingkan tahun sebelumnya H-7 baru ramai.
Kartika bersama dua rekannya sibuk mengemas dan mencocokan pemesan.
Kios jilbab mereka hanya melayani pembelian grosiran, tidak melayani eceran, sehingga lebih mudah penjualannya. (san)
Editor : Ali Mustofa