Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Permudah Pembayaran, Tiga Wisata di Kudus Resmi Terapkan QRIS, Berikut Daftarnya

Indah Susanti • Rabu, 19 Maret 2025 | 17:36 WIB

 

WISATA KELUARGA DI KUDUS: Sejumlah pengunjung menikmati destinasi wisata di Taman Krida Wisata Kudus beberapa waktu lalu.
WISATA KELUARGA DI KUDUS: Sejumlah pengunjung menikmati destinasi wisata di Taman Krida Wisata Kudus beberapa waktu lalu.

KUDUS – Tiga lokasi wisata di Kudus telah menerapkan digitalisasi retribusi melalui sistem pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), yang sudah menerapkan yakni Taman Krida, Graha Muria Colo, dan Taman Budaya Sosrokartono.

Hal ini berarti ketiga tempat wisata dan budaya tersebut tidak lagi menggunakan uang tunai dalam sistem pembayaran retribusi.

Adanya sistem digitalisasi retribusi ini, hasil pendapatan yang menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan langsung masuk di rekening Kas Daerah, atau tidak ada yang mengendap di bendara penerima di dinas terkait.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Mutrikah, mengatakan sesuai dengan arahan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, semua penarikan retribusi harus melalui digitalisasi selambatnya pertengahan tahun 2025.

“Sesuai petunjuk pak bupati, semua penarikan retribusi harus dengan digitalisasi, dan diberi waktu satu bulan dari awal bulan kemarin (Februari). Sehingga, penarikan retribusi yang lainnya, semua kami usulkan ke Bank Jateng,” ujar Mutrikah.

Sistem digitalisasi retribusi ini tidak hanya diharuskan bagi tempat wisata yang dikelola oleh pemerintah daerah, melainkan juga diperuntukkan bagi tempat wisata di Kudus yang dikelola oleh pihak swasta.

Mutrikah menargetkan, sistem digitalisasi ini dapat beroperasional secara tuntas di seluruh tempat wisata dan budaya, usai Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriyah atau Lebaran pada April 2025 mendatang.

“Target persiapan perangkat dan SDM (sumber daya manusia) sekitar dua minggu dan sosialisasi dua Minggu, sehingga setelah lebaran bisa langsung kita operasionalkan,” jelasnya.

Selain tiga lokasi tersebut, Mutrikah membeberkan bahwa empat lokasi wisata juga tengah bersiap untuk menerapkan sistem digitalisasi retribusi dalam waktu dekat.

Yakni, Museum Kretek, Waterboom, Ember Tumpah, dan Portal Colo.

“Sebenarnya sudah sejak awal Maret 2025 kemarin, tapi keempat ini belum kami laksanakan, mengingat teknis pelaksanaan harus kami sosialisasikan dulu ke masyarakat, termasuk kesiapan SDM kami dan sarprasnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Mutrikah menyatakan bahwa sebetulnya sistem digitalisasi retribusi ini sudah direncanakan sejak tahun 2024 dan diusulkan bantuan ke Bank Jateng.

Hanya saja, tiga lokasi wisata dan budaya yang berjalan.

Oleh karenanya, lokasi lainnya akan dilanjutkan selambatnya mulai pada April 2025 mendatang, meskipun pada pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap. Mulai dari barcode QRIS, sarpras, hingga kesiapan petugas loket.

“Kalau semua persiapan sudah siap, langsung tancap gas,” tandasnya. (san)

Editor : Ali Mustofa
#retribusi #wisata #disbudpar #QRIS #Kudus