KUDUS – Hujan deras Kamis (6/2) lalu juga berdampak pada 42 sekolah di Kudus.
Sejumlah ruang kelas di sekolah-sekolah itu, sempat terendam banjir. Kemarin pagi, kegiatan belajar mengajar (KBM) ditiadakan dan digunakan untuk bersih-bersih kelas akibat banjir itu.
Seperti yang dialami siswa SD 4 Loram Kulon. Kelas I dan II serta ruang perpustakaan dan ruang guru sempat terendam air.
”Waktu hujan yang beberapa hari itu malah airnya tidak masuk ke kelas. Cuma perpustakaan dan ruang guru yang tergenang. Karena kondisi bangunannya masih rendah. Ruang kelas sudah ditinggikan. Ini yang kelas I dan II airnya nyumber dari lantai,” ujar Wali Kelas II SD 4 Loram Kulon Choirul Nisa’.
Ia mengatakan, kemarin pagi air di dalam kelas sudah surut dan menyisakan lumpur.
Untuk itu, siswa dan guru dikerahkan untuk bersih-bersih. Untuk ruang perpustakaan, buku-buku masih aman, karena air yang masuk tidak terlalu tinggi.
Terpisah, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Anggun Nugroho menjelaskan, pihaknya telah mendata sekolah-sekolah yang terkena banjir, baik SD maupun SMP.
Berdasarkan data yang masuk dari laporan pihak sekolah, ada 42 sekolah terdampak banjir.
Satu di antaranya TK Pertiwi Ngembalrejo. Selain itu, ada dua SMP; SMPN 2 Mejobo dan SMPN 2 Undaan. Sedangkan untuk SD ada 39 sekolah.
SD yang terdampak itu, di antaranya, lima SD di Kecamatan Kaliwungu. Meliputi SD 1 Gamong, SD 2 Gamong, SD 2 Sidorekso, SD 2 Garung Kidul, dan SD 3 Mijen.
Lalu, enam SD di Kecamatan Jekulo, yakni SD 2 Hadipolo, SD 3 Hadipolo, SD 2 Sidomulyo, serta SD 1, 3, dan 4 Sadang.
Sementara SD di Kecamatan Mejobo dan Bae, yakni SD 5 Jepang, SD 4 Payaman, SD 4 Golantepus, SD 4 Mejobo, SD 2 Tenggeles, SD 2 Mejobo, SD 5 Mejobo, SD 2 Jojo, SD 2 Kesambi, SD 1 Mejobo, SD 4 Temulus, SD 1 Golantepus, dan SD 3 Mejobo.
Lalu, SD Islam Nurul Yasin, SD 1 Jojo, SD 2 Kirig, SD 1 Ngembalrejo, SD 3 Ngembalrejo, SD 2 Panjang, dan SD 5 Ngembalrejo.
Anggun menyampaikan, sekolah yang ruang kelasnya masih tergenang banjir, pembelajaran terpaksa dilakukan dengan sistem daring dan pemberian tugas oleh wali kelas.
”Sistem pembelajaran ini akan diterapkan sampai kondisi sekolah kondusif,” tambahnya. (san/lin)
Editor : Ali Mustofa