KUDUS - Sistem pengamanan ketat akan diterapkan pada Derbi Muria antara Persiku vs Persijap Minggu (15/9) mendatang di Stadion Wergu Wetan.
Pengamanan akan dilaksanakan dengan mengecek kartu tanda identitas bagi para penonton.
Dari pengamanan tersebut akan dilakukan dengan sistem berlapis.
Bagi masyarakat yang memiliki ber Kartu Tanda Penduduk (KTP) Jepara dipastikan tidak bisa menyaksikan laga tersebut.
Ketua Suporter Macan Muria (SMM), Andi Mustofa mengatakan, distribusi tiket bagi suporter Persiku akan diberikan ke masing-masing aliansi. Setelah itu, dari korwil-korwil di tiap desa mendata siapa anggota atau suporter yang hendak membeli tiket.
Konsep pendistribusian tiket ini, diharapkan mampu meredam Derbi Muria yang sarat tensi tinggi.
Di samping itu, manfaatnya untuk transparansi penjualan tiket.
”Dengan sistem ini akan tahu apakah ada kebocoran tiket atau tidak. Kami juga tahu ada calo tiket atau tidak,” katanya.
Terkait jatah tiket untuk SMM akan kuotanya sebanyak 3.400. Lokasi tribun ada di sebelah timur dan utara.
Selain mengatur distribusi tiket, pihak SMM akan menerapkan sistem pengecekan KTP di stadion. Sebelum masuk, penonton akan dicek KTP-nya. Apabila kedapatan masyarakat ber-KTP Jepara dipastikan tidak bisa masuk.
Andi berharap, para suporter kedua belah pihak bisa dewasa menyambut Derbi Muria.
Bagi suporter tim tamu diharapkan tidak hadir di ke Stadion Wergu Wetan. Hal ini sesuai dengan regulasi dari PSSI.
”Kami harapkan tim tamu bisa mengikuti imbauan itu. Ini juga bagian dari hasil rapat Polres Kudus dan Jepara,” ungkapnya.
Selain itu, Andi juga mengimbau agar para suporter Persiku menjaga kondusivitas. Ia melarang keras bagi setiap korwil mengunggah postingan yang bernada propokatif di sosial media.
”Harapan kami Persiku bisa menang, prediksi skor 3-0. Ini melihat materi pemain Persiku lebih baik dari Persijap,” harapnya.
Sementara itu, Kabagops Polres Kudus, AKP Eko Pujiono mengatakan, pihaknya akan menerjunkan sebanyak 400 personil. Para personel ini akan ditempatkan pada bagian dalam maupaun luar stadion.
Selain itu, akan ada pengecekan KTP khusus laga Persijap VS Persiku. Hal ini untuk menjaga kondusifitas pertandingan. Serta menjalankan regulasi PSSI ada larangan away.
”Kami akan siagakan personil berlapis di laga itu, aka nada pengecekan KTP juga,” tandasnya.
Dalam laga tersebut para suporter Persijap dipastikan tidak bisa mendukung tim kebanggannya di kandang lawan. Lantaran saat ini regulasi federasi juga masih menerapkan larangan suporter menghadiri laga away di kandang lawan. Sebagai gantinya, para suporter Persijap berencana bakal mengantarkan tim hingga perbatasan Jepara-Kudus.
Diketahui, Kabupaten Jepara memang bersebalahan dengan Kabupaten Kudus. Namun laga antara Persiku dan Persijap memiliki tingkat kerawanan yang tinggi. Duel dua tim ini pun diprediksi akan panas baik di dalam maupun di luar lapangan.
Agus Cumes, salah satu pentolan Banaspati yang merupakan sebuah kelompok suporter Persijap menjelaskan ia dan rekan-rekan suporter Persijap lainnya akan menghormati regulasi yang diterapkan, yaitu sebagai tim tamu, suporternya tak akan hadir ke stadion.
”Kami sudah mencoba koordinasi bersama pihak perwakilan suporter dan manejeman Persiku jauh-jauh hari. Dan bilangnya tetap mengacu pada regulasi dari Badan Liga, suporter tidak boleh away. Kami tetap menghormati keputusanya, tapi tidak mentup kemungkinan suporter dari Jepara mengawal tim kebanggan walaupun sampai perbatasan,” ungkap Agus kemarin.
Pengawalan itu diberikan menurut Agus sebagai motivasi bagi skuad Laskar Kalinyamat agar bisa mencuri poin di kandang Persiku Kudus.
Diketahui, Persijap Jepara saat ini memiliki tren positif dalam menjalani kompetisi Liga 2 musim ini setelah berhasil menang atas Persekat Tegal di laga perdana. Sementara Persiku, hanya mampu bermain imbang saat melawan Nusantara United di laga perdana akhir pekan lalu. (gal/rom/zen)
Editor : Abdul Rokhim