Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Begini Momen Akrab Para Pemuka Agama dan dan Tokoh Masyarakat Makan Kepungan Usai Ganti Luwur Sunan Muria di Kudus

Sekarwati • Senin, 22 Juli 2024 | 22:22 WIB
TRADISI: KH. Nur Khamim, Habib Muhammad Ali Al Habsyi dari Solo, Pj Bupati Kudus M. Chasan Habibie, dan Habib Umar Muthohar dari Semarang (berpeci hitam di atas kursi) usai prosesi buka luwur.
TRADISI: KH. Nur Khamim, Habib Muhammad Ali Al Habsyi dari Solo, Pj Bupati Kudus M. Chasan Habibie, dan Habib Umar Muthohar dari Semarang (berpeci hitam di atas kursi) usai prosesi buka luwur.

 

KUDUS – Acara buka luwur atau penggantian kain penutup Makam Sunan Muria di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus berlangsung khidmat.

Tradisi buka luwur yang digelar Minggu (21/7) kemarin dihadiri beberapa pemuka agama sampai dengan tokoh masyarakat terkemuka, baik di Jawa Tengah dan Kabupaten Kudus.

Di antaranya, Habib Umar Muthohar dari Semarang, Habib Muhammad Ali Al Habsyi dari Solo, dan Pj Bupati Kudus M. Chasan Habibie.

Kemarin, area Makam Syekh Raden Umar Said atau Sunan Muria itu, dipenuhi para peziarah yang ingin menyaksikan prosesi buka luwur dan meminta keberkahan dari sang wali.

Ketua Panitia Buka Luwur Makam Sunan Muria Muhdi menerangkan, proses pemasangan luwur dimulai dengan iring-iringan pembawa luwur.

Barisan pertama ada juru kunci Makam Sunan Muria dengan membawa dupa dan beberapa pendamping membawa bunga tabur.

Kemudian dikuti para pembawa luwur berjalan menuju makam.

Para perewang yang bertugas kemudian memasangkan luwur pada nisan Makam Sunan Muria.

Saat prosesi ini, pengunjung tidak diperbolehkan masuk, kecuali pemuka agama dan tokoh masyarakat undangan.

Ini ditujukan agar tidak mengganggu khusuknya prosesi.

”Acara pemasangan luwur dimulai pukul 06.30. Berbarengan dengan itu, dibacakan Surat Yasin, tahlil, dan doa sampai selesai,” katanya kemarin.

Ia menyebut, terdapat 12 lembar kain yang digunakan untuk penutup makam.

Kain tersebut dipasang menjadi tiga baris. Meliputi Makam Sunan Muria, bagian dalam, dan luar makam.

”Kain luwur merupakan hasil jahitan tangan para perewang yang dibuat sebelum pemasangan luwur, " jelasnya.

Setelah pemasangan luwur, tamu undangan berkumpul bersama untuk menikmati sajian berkat yang ada pada saat tradisi buka luwur.

Makanan tersebut menggunakan tebok beralas daun jati sebagai wadah. Di dalamnya berisi nasi, kluban klitik, dan daging kerbau anyep.

”Sajian khususnya itu, ada degan dan bubur untuk sajian tamu undangan,” ujarnya.

Pj Bupati Kudus M. Chasan Habibie tampak khidmat mengikuti prosesi serangkaian pemasangan luwur Makam Sunan Muria.

Usai prosesi, dia juga ikut menikmati nasi berkat dengan kepungan.

Ia mengatakan, adanya tradisi tersebut sebagai bentuk kearifan lokal yang harus dijaga.

Ini menjadi ajang keharmonisan bersama antara ulama dengan masyarakat Kudus yang mayoritas santri.

Untuk itu, ia berpesan agar tradisi buka luwur Makam Sunan Muria bisa terus terjaga dan dirawat hingga generasi mendatang.

”Saya melihatnya takjub sebagai warisan berkah yang luar biasa. Terima kasih kepada semua pihak yang terus menjaga tradisi ini,” paparnya. (wat/lin)

Editor : Ali Mustofa
#pemuka agama #pj bupati #tokoh masyarakat #sunan muria #kearifan lokal #buka luwur #Kudus #peziarah