Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gandeng Sembilan Desa Penyangga, Pemkab bakal Tata Kawasan Menara Kudus, Ini Harapannya

Galih Erlambang Wiradinata • Sabtu, 20 April 2024 | 18:21 WIB
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus akan menata kawasan wisata di sekitaran Menara Kudus atau Desa Kauman.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus akan menata kawasan wisata di sekitaran Menara Kudus atau Desa Kauman.

KUDUS - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus akan menata kawasan wisata di sekitaran Menara Kudus atau Desa Kauman.

Wisata religi ini nantinya diintegrasikan dengan desa penyangga di sekitaran Menara Kudus.

Kepala Disbudpar Kudus Mutrikah melalui Plt Kabid Pariwisata Aflah mengatakan kolaborasi itu akan menggandeng sembilan desa penyangga.

Seperti, Kajeksan, Kerjasan, Janggalan, Purwosari, Langger Dalem, Sunggingan, Demangan, Demaan, dan Bakalan Krapyak.

"Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait sesuai yang tercantum di perbup. Untuk melayani wisatawan yang lebih baik," katanya.

Aflah menambahkan, penataan itu perlu diterapkan. Salah satunya menyasar pada pelayanan.

Para pelaku wisata seperti ojek dan pedagang diharapkan mampu menerapkan sapta pesona.

Atau keramahan dan pelayanan maksimal kepada para wisatawan.

Pemerintah daerah telah melakukan pendampingan kepada pelaku wisata.

Edukasi ini berupa bagaimana cara menjaga kebersihan di lokasi wisata, pelayanan, dan keramahan.

Selain wisata religi yang dihadirkan, pemerintah daerah mencoba menggali kekhasan desa penyangga.

Salah satunya menawarkan kuliner khas tiap desa.

"UMKM di sembilan desa ini bisa menghadirkan kuliner lokalnya," imbuhnya.

Di Desa Janggalan memiliki kuliner khas. Yakni makanan Puli Kotokan. Sementara di Desa Langgar Dalem juga terkenal dengan perajin batik.

Desa penyangga ini, kata Aflah mempunyai potensi yang kuat untuk menarik wisatawan.

Produk UMKM ini diharapkan bisa dikemas secara menarik dan tetap menerapkan Sapta Pesona.

"Kualitas makanannya harus terjaga betul, harus higienis agar tak merugikan wisatawan," ungkapnya. (gal/zen)

Editor : Ali Mustofa
#wisata #pariwisata #renovasi #pedagang #menara kudus