Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menilik Sejarah dan Keunikan Masjid Langgardalem yang Menjadi Kediaman Sunan Kudus Tempo Dulu

Dzikrina Abdillah • Selasa, 12 Maret 2024 | 01:45 WIB
MASJID: Masjid Langgardalem tampak depan, masih difungsikan hingga sekarang.
MASJID: Masjid Langgardalem tampak depan, masih difungsikan hingga sekarang.

KUDUS - Masjid Langgardalem yang bertepatan di Desa Langgardalem, Kecamatan Kota, Kudus dulunya tempat tinggal Sunan Kudus.

Konon, bangunan ini lebih tua daripada Menara Kudus. 

Masjid Langgardalem berjarak 200 meter dari Menara Kudus.

Bangunan masjid tampak menyerupai rumah belanda dengan atap perundak dihiasi mustoko.

Ketika masuk ke dalam Masjid Langgardalem, disambut dengan gapura tiga pintu.

MASJID: Masjid Langgardalem bagian gapura 3 pintu, dulunya menjadi tempat tinggal Sunan Kadus yang masih difungsikan hingga sekarang.
MASJID: Masjid Langgardalem bagian gapura 3 pintu, dulunya menjadi tempat tinggal Sunan Kadus yang masih difungsikan hingga sekarang.

Bagian pintu utama berada di tengah, yang langsung terhubung dengan posisi imam.

Kemudian pintu sebelah kanan mengarah ke pewastren dan pintu sebelah kiri menuju area wudhu. 

Sementara di ruang utama Masjid Langgardalem terdapat empat saka atau tiang kayu dengan umpak sebagai pondasinya.

Selain itu, atap bangunan juga masih menggunakan gedek bambu dan jendela kayu dengan model kuno.

Keunikan lainnya, juga terletak pada ukiran di beberapa dinding masjid.

Ornamen Hindu-Budha yang terbalut dalam religi IsIam, menambah kesan akulturasi budaya yang digambarkan Ja'far Shadiq atau Sunan Kudus. 

Menurut Juru Pelihara Masjid Langgardalem Muhammad Rizka, Masjid Langgardalem hingga saat ini masih dirawat dan difungsikan sebagai tempat ibadah. 

"Sekarang masih digunakan untuk salat dan kegiatan keagamaan oleh masyarakat sekitar, " katanya kemarin. 

Masjid Langgardalem memiliki luas bangunan sekitar 400 meter persegi.

Masjid Langgardalem bisa menampung hingga 200 jamaah.

Rizka menambahkan, struktur bangunan sebagian mengalami peremajaan, namun tidak meninggalkan bentuk aslinya.

Salah satu yang masih terjaga, yakni terdapat empat sumber mata air yang berada di sekitar masjid.

Satu sumber air dijadikan kolah atau tempat wudu, dua diantaranya dipendam untuk memperluas area masjid, dan satu kolam lainnya hanya bisa diketahui oleh ahli waris Sunan Kudus. 

"Saya tidak tahu alasannya kenapa. Pesannya cuma bilang 'gak oleh dibongkar ya berarti tidak boleh ada yang tahu, " imbuhnya.

Dosen Filsafat dan Budaya IAIN Kudus Nur Said menjelaskan, bahwa terdapat kode tahun yang terukir pada batu di bagian lantai pintu depan masjid.

Ukiran itu memiliki gambar mirip trisula yang dililit naga.

Diperkirakan Masjid Langgardalem didirikan tahun 863 H atau 1458 M.

"Ini menandakan bangunan Masjid Langgardalem lebih lama daripada Menara Kudus, " terangnya. 

Ia menjelaskan, langgar diartikan sebagai pengembangan budaya.

Sedangkan ndalem merujuk pada tempat tinggal.

Sehingga langgardalem bermakna tempat pengembangan budaya.

"Konsep ini lah yang digunakan Sunan Kudus dalam dakwah akulturasi lewat struktur budaya," paparnya. (wat) 

Editor : Dzikrina Abdillah
#sejarah #masjid #keunikan #Langgardalem #Kudus