Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tradisi Dandangan Kudus Dibuka Mulai Hari Ini, Dihadiri Habib Husain Ja’far hingga Tokoh Nasional

Indah Susanti • Jumat, 1 Maret 2024 | 17:51 WIB

 

DIBUKA HARI INI: Jajaran stan pedagang dandangan sudah diisi dagangan oleh para pedagang sejak kemarin sore.
DIBUKA HARI INI: Jajaran stan pedagang dandangan sudah diisi dagangan oleh para pedagang sejak kemarin sore.

KUDUS – Tenda sarnafil (kerucut) berwarna putih sudah berdiri berjajar di sepanjang Jalan Sunan Kudus hingga sampai di Perempatan Jember.

Sebagian pedagang yang siap memeriahkan tradisi dandangan mulai menata etalase dan dagangannya.

Tradisi dandangan dibuka mulai hari ini (1/3). Pembukaan event tahunan ini, kali ini mengundang Habib Husain Ja’far yang saat ini digandrungi anak-anak muda.

Bertempat di Pendapa Kabupaten Kudus, pendakwah yang popular dengan program Login di Youtube itu, akan memberikan ”pencerahan”.

Acara tersebut dibuka untuk masyarakat umum, terutama bagi anak-anak muda.

Penjabat (Pj) Bupati Kudus M. Hasan Chabiebie mengatakan, suasana dandangan kali ini ingin ditampilkan berbeda dari sebelumnya.

Ia ingin mengangkat dandangan bisa naik kelas. Artinya, tidak hanya lokalan, tapi bisa sampai nasional.

”Untuk menarik itu, kami bersama OPD (organisasi perangkat daerah) terkait menggelar pembukaan dandangan bukan sekadar seremonial, tapi mengundang narasumber yang sudah memiliki nama kancah nasional,” ungkapnya.

Hasan menerangkan, tradisi dandangan yang sudah ada ratusan tahun ini, tentunya menjadi moment yang luar biasa.

KONSEP BEDA: Panggung budaya dandangan yang berada di Alun-alun Kudus Kulon juga bakal turut memeriahkan event dandangan tahun ini.
KONSEP BEDA: Panggung budaya dandangan yang berada di Alun-alun Kudus Kulon juga bakal turut memeriahkan event dandangan tahun ini.

Ada sisi religius, kebudayaan, sosial, dan perputaran ekonomi, sehingga mengundang kebahagiaan bagi masyarakat Kudus.

”Ada beberapa sentuhan yang dihidupkan lagi dari sisi kebudayaan. Dari sisi religius ada Habis Husain Ja’far. Dan sisi sosial ada interaksi warga," ujarnya.

"Sedangkan sisi ekonomi ada sekitar 380 pedagang yang terdiri dari 275 pedagang lokal Kudus dan 105 pedagang dari luar kota,” jelasnya.

Pj Bupati Hasan menambahkan, sejak 2021 lalu, tradisi dandangan sudah tercatat sebagai warisan budaya tak benda (WBTB).

Ini sebuah pengakuan secara nasional.

”Sebisa mungkin harus menghidupkan dandangan yang kelasnya nasional. Termasuk level pengisi acaranya ya kelas nasional. Dikenal masyarakat secara nasional. Ini tradisi yang sangat besar,” paparnya.

Plt Dinas Perdagangan Kudus Andi Imam Santoso menambahkan, dandangan akan berlangsung selama 10 hari.

Konsep penataannya pun berbeda. Bisa masuk dari empat arah. Dari Jalan Sunan Kudus, Perempatan Baagil, Perempatan Menara, dan Perempatan Jember.

”Baru tahun Pj Bupati Hasan menjabat rapat terkait dandangan berkali-kali. Dandangan juga ada tenda khusus makanan jadul dari Jalan Menara sampai Perempatan Sucen. Kantong-kantong parkir berada di ruas Jalan Pangeran Puger, Jalan Wahid Hasyim, Jalan Dr Ramelan, dan Jalan Jember,” imbuhnya. (san/lin)

Editor : Ali Mustofa
#masyarakat #tradisi dandangan #Kudus #pedagang #tokoh nasional