KUDUS - Pihak bus merasa kebingungan terkait jalur Kudus-Demak yang sedang diatur saat ini. Karena dianggap belum stabil.
Terkadang jalan arah Semarang itu dibuka, namun kemudian ditutup lagi, lalu demikian sebaliknya.
Sahid, selaku pihak agen bus PO Bejeu di Terminal Tipe A (TTA) Jati Kudus ini mengatakan pihaknya masih lewat jalur Welahan.
Pihaknya sampai saat ini masih belum tahu kapan bisa melewati Jalan Kudus-Demak itu.
"Kemarin infonya dibuka, hari ini ditutup lagi, malamnya dibuka. Ditutup, dibuka, ditutup, dibuka, bingungno wong," ungkapnya.
Hal senada juga diutarakan oleh Sunaryanto, selaku pihak agen bus PO Madu Kismo.
Dia mengatakan jika untuk saat ini belum bisa dipastikan jalurnya.
Karena untuk jalur Kudus-Demak masih buka tutup dikarenakan ada kegiatan pemompaan air di daerah Kedungbanteng.
Jadi saat ada pemompaan itu, arus lalu lintas ditutup dan jalur dialihkan lewat Welahan.
"Tetapi ketika tidak ada pemompaan atau pas jam istirahat jalur akan dibuka," terangnya.
Diketahui, Jalur Pantura Kudus-Demak hingga kemarin belum bisa dilalui.
Meski genangan air sebagian sudah surut. Larangan kendaraan melintas masih diberlakukan.
Lantaran adanya proses evakuasi truk pascaterendam banjir.
KBO Satlantas Polres Kudus, Iptu Noor Alifi mengatakan sebagian jalan masih tergenang banjir per Sabtu (17/2).
Meski sebagian air sudah surut, pihaknya mengimbau pengguna jalan dari Kudus ke Demak maupun sebaliknya dilarang melintas.
Pasalnya ada proses evakuasi kendaraan truk yang sempat terjebak banjir sebelumnya.
”Ada mekanik yang bertugas di lapangan memperbaiki truk,” ungkapnya.
Perbaikan truk yang mogok akibat banjir tersebut di harapkan segera selesai per hari ini.
Pihaknya berupaya kendaraan yang mogok tersebut akan dievakuasi segera.
”Kami imbau seluruh pengguna jalan sampai saat ini mohon maaf kendaraan belum kami perbolehkan melintasi jalur Karanganyar,” imbuhnya.
Dilarangnya kendaraan juga karena akan mempersulit evakuasi apabila lalu lintas padat.
Di samping itu masih ada genangan air di sejum lah titik.
”Di jalur tengah masih ada genangan tingginya 30-50 sentimeter. Itu akan membahayakan pengemudi ketika melintas,” katanya.
Terkait pembukaan jalur Pantura, pihaknya akan memberitahukan. Kendaraan diperbolehkan melintas apabila jalan tersebut steril dan aman untuk digunakan.
Dengan begitu kondisi Jalan Pantura akan normal kembali.
Dari pemberitaan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya, Jalur Pantura Kudus-Demak sudah terendam sejak Kamis (8/2) lalu.
Jalur Pantura terendam banjir lantaran adanya sejumlah titik tanggul yang jebol di Kabupaten Demak.
Terhitung sudah 10 hari Jalur Pantura Kudus-Demak belum bisa dilalui.
Sementara untuk mengurangi genangan, disiagakan pompa polder portabel dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
Serta penambalan tanggul telah dilakukan di beberapa titik. (gal/ark)
Editor : Ali Mustofa