KUDUS - Tim program kemitraan masyarakat (PKM) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara melakukan pendampingan dan pembuatan media pembelajaran flashcard berbasis audio visual.
Tujuan pendampingan ini adalah meningkatkan pemahaman sex education bagi anak usia dini.
Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian yang telah lolos seleksi kompetisi nasional program dari Kemendikbud Ristek.
Selain dosen, tim juga melibatkan empat mahasiswa MBKM dari PGSD, PG PAUD, dan Teknik Informasi.
Mitra pada program ini adalah Kelompok Bermain Mentari yang berada di daerah Garung Kidul Rt 07 Rw 01 Kaliwungu, Kabupaten Kudus.
Kegiatan ini dipilih atas dasar permasalahan mitra, dimana ditemukan adanya perilaku candaan anak usia dini yang mengarah pada perkataan porno maupun melakukan bullying verbal dan tindakan.
Selain itu, guru juga belum menghadirkan media pembelajaran digital dalam proses pembelajaran.
Oleh sebab itu, mitra membutuhkan bantuan berwujud ide dan gagasan inovatif dalam mengimplementasikan praktik kegiatan pembelajaran yang berkualitas dan bermakna.
“Pernah kami menjumpai ada anak laki-laki yang memuji anak perempuan karena baik dan cantik sambil mengelus badannya.” kata kepala sekolah KB Mentari, Ibu fauzi Wahyuningrum.
Itu baru contoh kecil yang mungkin beberapa orang menganggap sepele tetapi justru perlu disikapi dengan serius. Sex education saat ini penting untuk diberikan sejak taman kanak-kanak.
Apalagi saat ini sudah banyak kasus bullying verbal ataupuntindakan bahkan sampai kasus pencabulan anak.
Atas dasar tersebut, Tim PKM Unisnu memberikan solusi berupa pendampingan untuk guru KB Mentari tentang pentingnya sex education bagi anak usia dini.
Mereka juga diajarkan cara membuat media pembelajaran flashcard berbasis audio visual yang menarik dan informatif untuk anak usia dini menggunakan aplikasi kinemaster, canva, photoshop, dan pinterest.
Narasumber adalah dosen Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara yang tergabung dalam tim program kemitraan. Dwiana Asih Wiranti,M.Pd sebagai narasumber sex education untuk anak.
Kemudian Wulan Sutriyani, M.Pd sebagai narasumber pembuatan media pembelajaran. Narasumber lainnya Muh Muhaimin, M.Pd yang memandu pembuatan media flashcard sex education.
Dalam paparannya, Dwiana Asih Wiranti mengatakan, sex education merupakan hal penting yang perlu diberikan kepada anak usia dini. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman kepada anak tentang tubuhnya.
“Sex education yang tepat dapat membantu anak memahami tubuh mereka, melindungi diri dari pelecehan seksual, dan membuat keputusan yang bertanggungjawab tentang seks dimasa depan,” Ujarnya
Pembahasan sex education yang dianggap masih tabu, perlu adanya media yang menarik untuk membantu dalam proses penyampaian. Oleh karena itu, inovasi pembuatan media pembelajaran secara digital yang menarik dan infomatif sangat diperlukan.
“salah satu cara untuk memberikan pendidikan seks pada anak usia dini adalah dengan menggunakan media yang menarik dan menyenangkan sehingga anak memahami konsep pendidikan seks,” ujar Wulan Sutriyani.
Sementara menurut Muh Muhaimin, media flashcard berbasis audio visual yang dibuat berisi gambar animasi yang menarik dan informatif tentang sentuhan yang tidak boleh.
Media ini juga dilengkapi dengan video animasi yang dapat membantu anak dalam memahami materi yang disampaikan.
“Media flashcard ini kami buat agar anak lebih mudah memahami materi sex education,” jelasnya.
Program ini dilakukan sejak Juli sampai Oktober 2023. Dengan melalui beberapa tahapan. Yakni sosialisasi program, penguatan materi, pembuatan media, implementasi media sampai dengan evaluasi dan monitoring pembelajaran di KB Mentari Kudus.
Kepala KB Mentari, Fauzi Wahyuningrum, S.E mengaku sangat beruntung lembaganya bisa dijadikan sebagai mitra dalam kegiatan ini. (lia/*)
Editor : Ali Mustofa