KUDUS - Tim Pengabdian kepada masyarakat (PKM) skim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Universitas Muria Kudus (UMK) memberi edukasi tentang teknologi penjernihan air.
Juga melaksanakan pelatihan teknik pembuatan membran keramik berpori.
Kegiatan pelatihan ditujukan kepada kelompok usaha pemuda produktif (KUBPP) “Tanah Aji” Ngembal Kulon Jati Kudus. Pelatihan diikuti sekitar 15 orang pada (7/8).
Ketua pelaksana program Dr. Solekhan, MT menyampaikan kegiatan pelatihan yang dilaksanakan, merupakan salah satu dari beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan pada skim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).
"Pelatihan yang kami lakukan mengunakan pendanaan dari Kemendikbud Ristek tahun anggaran 2023. Adapun Mitra sasarannya adalah kelompok usaha pemuda produktif (KUBPP) ‘Tanah Aji’ yang memproduksi genteng keramik dan batu-bata,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua KUBPP Moh. Ali Khomsin menyampaikan terima kasih kepada Tim PKM UMK dan Kemdikbudristek atas kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di KUBPP.
"Saya berharap kegiatan ini bisa memberi manfaat yang sebesar-besarnya kepada anggota KUBPP," harapnya.
Narasumber kegiatan edukasi teknologi penjernihan air adalah ketua pelaksana Dr. Solekhan, MT sedangkan narasumber pelatihan teknik pembuatan membran keramik berpori adalah anggota tim, yaitu Dr. Sugeng Slamet MT.
Dalam materinya, Dr. Solekhan, MT menyampaikan penjernihan air merupakan usaha mengembalikan keadaan air agar bersih dan layak dikonsumsi kembali.
"Konsumsi dalam arti luas bukan hanya untuk diminum namun juga untuk keperluan sehari-hari misalnya mencuci atau menyiram tanaman," ungkapnya.
Menurutnya, tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan kelompok usaha Bersama pemuda produktif yang bergerak di bidang produksi genteng dan batu bata.
Agar dikembangkan menjadi produksi filtrasi air dengan teknik membran berpori.
Melalui program pengabdian masyarakat yang bermitra dengan KUBPP tanah aji diharapkan, pengrajin dapat melakukan diversifikasi produk berbasis tanah liat dgn memproduksi keramik sebagai membran filtrasi air. (lia/*)
Editor : Ali Mustofa