Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

 Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus Jadi Lokasi Pasar Malam Tuai Pro Kontra

Ali Mustofa • Selasa, 7 Maret 2023 | 17:01 WIB
DANDANGAN: Menjelang bulan suci ramadan acara yang ditunggu masyarakat adalah dandangan, namum Pemkab Kudus belum berani memastikan ada tidaknya acara ini. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
DANDANGAN: Menjelang bulan suci ramadan acara yang ditunggu masyarakat adalah dandangan, namum Pemkab Kudus belum berani memastikan ada tidaknya acara ini. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
KUDUS – Alun-alun Simpang Tujuh dijadikan lokasi pasar malam, dalam rangka memeriahkan tradisi dandangan. Saat ini penyewa sudah mulai memasang beberapa area permainan seperti biang lala, komedi putar, mainan kereta api, ombak banyu dan lainnya.

Namun, keberadaannya justru menuai pro dan kontra di kalangan anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kudus. Mereka saling berpendapat, alun-alun yang dijadikan pasar malam dampaknya merusak fasilitas yang ada, seperti rumput, taman, dan lainnya.

Namun, ada pula yang tidak jadi persoalan. Seperti komentar dari salah satu anggota DPRD Komisi A Sujarwo. Ia menganggap yang penting itu masyarakat senang menikmati tradisi dandangan. Tidak mengukur untung dan rugi.

”Kalau dihitung-hitung masalah untung dan rugi, dampak yang ditimbulkan rusak dan lainnya, ya bakal tidak selesai-selesai. Bisa diperbaiki lagi dan alun-alun itu milik rakyat. Yang penting masyarakat bisa menikmati tradisi dandangan, UMKM bisa terwadahi dengan baik dan sebagainya,” ujarnya.

Berbeda dengan anggota DPRD Kudus dari Fraksi Golkar Susanto mempertanyakan penggunaan lapangan alun-alun untuk kegiatan pasar malam. Biaya pembangunan dan perawatan alun-alun memakan anggaran cukup besar.

”Apakah biaya sewa kegiatan pasar malam ini sebanding dengan potensi kerusakan yang nanti akan muncul. Belum lagi kesan kumuh dari kegiatan pasar malam,” kata Susanto.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Kudus Djatmiko Muhardi, membenarkan alun-alun Simpang Tujuh akan dipakai untuk kegiatan pasar malam. Bupati Kudus Hartopo juga telah mengizinkan Alun-alun Simpang Tujuh dijadikan pasar malam. Ia menyebut, karena banyak permintaan dari masyarakat agar gelaran pasar malam di Kudus pada tradisi dandangan ini lebih dari biasanya. (san/war) Editor : Ali Mustofa
#alun-alun kudus #gelaran pasar malam #tradisi dandangan #Kudus #bupati kudus