Kong Co Hok Tek Tjing Sien (Dewa Bumi) sudah diletakkan di atas meja sembahyang yang diapit dua vas bunga yang berisi bunga sedap malam dan bunga mawar merah.
Perlengkapan sembahyang lainnya juga tertata rapi. Di antaranya, ada satu buah jeruk pamelo jumbo, satu piring isi lima jeruk keprok, dua piring jeruk mandarin ukurannya kecil, dan buah pir dua piring masing-masing ada lima buah.
Tak hanya itu, ada pula kue wajik berwarna merah muda berbentuk kerucut, kue moho dan kue miko. Terlihat juga ada sajian pisang emas satu lirang.
Pelengkap lainnya, dupa berjumlah tiga ditancapkan pada wadah yang terbuat dari kuningan.
Menurut kepercayaan umat Tri Dharma tiga dupa tersebut melambangkan langit, bumi, dan manusia. Selain itu, juga dua lilin warna merah yang menyala dan satu genggam dupa kecil ditempatkan pada vas warna putih.
Sembahyang Ci Swak dimulai pukul 09.00. Dipemimpin tiga perempuan yang bernama Jesslyn, Sintya dan Laylivia dari Klenteng Ciong Suang Tong. Mereka yang memimpin sembahyang dan membacakan doa-doa dengan bahasa Mandarin.
Ritual Ci Swak diikuti sekitar 20 orang. Mereka satu per satu memegang hio untuk memanjatkan doa. Namun, ada tiga perempuan yang sudah lanjut usia sembahyang sambil duduk karena tidak kuat berdiri.
Beberapa kali pemimpin doa memukul mangkok dari kuningan hingga memunculkan bunyi ting ting ting. Orang yang sembahyang memberi hormat kepada patung dewa yang berada dihadapannya dengan sedikit membungk, sembari menggoyangkan hio yang digenggam.Doa tersebut berjalan kurang lebih 45 menit.
Setelah itu peserta ci swak beristirahat dan menyantap menu makanan berupa soto ayam dan pecel yang sudah disesiakan Klenteng Hok Hien Bio Kudus.
Ketua Klenteng Hok Hien Bio Tjan Ay Ling mengatakan, ritual ini untuk meminta keselamatan, panjang umur, usaha lancar, hingga diangkat penyakit. “Shio yang ciong yakni kuda, tikus, kelinci dan shio ayam,” terangnya.
Dia mengatakan, setelah selesai sembahyang ada ritual membakar kertas yang sudah ada tulisannya nama, alamat lengkap, dan shio. Kemudian, peserta menyimpan rajah yang dipercaya sebagai pelindung di dompet.
Selesai acara peserta diberi bingkisan yang berisi handuk, air mineral, miesua, rajah dari Dewa Bumi, permen, teh kecil dan kue kering.
Ling menjelaskan satu per satu makna dari isi dari bingkisan tersebut. Yakni, handuk yang harus dipakai selama satu tahun fungsinya itu supaya dilindungi, air mineral dan teh supaya mendapatkan keberkahan sehingga badan sehat. (san/mal) Editor : Ali Mustofa