Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pintu Bendungan Wilalung Dibuka, Sejumlah Desa di Kudus Diminta Waspada Banjir

Ali Mustofa • Selasa, 10 Januari 2023 | 18:07 WIB
DEBIT AIR MENINGKAT: Debit air pada Bendungan Wilalung Undaan Kudus terus mengalami kenaikan sehingga wilayah terdampak dihimbau waspada adanya banjir kiriman. (Donny Setyawan/Radar Kudus)
DEBIT AIR MENINGKAT: Debit air pada Bendungan Wilalung Undaan Kudus terus mengalami kenaikan sehingga wilayah terdampak dihimbau waspada adanya banjir kiriman. (Donny Setyawan/Radar Kudus)
KUDUS - Debit air Bendung Kelambu mencapai 900 meter kubik. Sehingga Bendung Wilalung saat ini dibuka 30 sentimeter.

Pembukaan pintu Bendung Wilalung dibuka ke arah Sungai Juana. Total pintu dibuka 30 sentimeter. Pada Senin (9/12) debit Bendung Klambu pukul 13.00 mencapai 900 meter kubik.

Dampak, tingginya air sungai ini berimbas menambah tingginya genangan air di desa yang dilintasi Sungai Wulan. Yaitu Desa Jati Wetan, Setrokalangan, Banget dan Pasuruan Lor.

Sedangkan wilayah terdampak juga di Kecamatan Undaan. Lokasinya di Desa Karangrowo, Beru Genjang, Kutuk, Lambangan, dan area persawahan. Daerah tersebut dilintasi oleh Sungai Juana.

Camat Undaan Arif Budiyanto membenarkan adanya pembukaan pintu Bendung Wilalung mencapai 30 sentimeter. Lantaran kondisi air kiriman dari Bendung Kelambu mencapai 900 meter kubik. Sementara secara SOP Bendung Wilalung harus dibuka ketika debit air mencapai 800 meter kubik.

"Kondisi ini akan berdampak pada lahan pertanian di desa yang saya khawatirkan untuk persawahan siap panen," katanya.

Melihat kondisi itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Warga diminta waspada melihat debit air meninggi.

"Kami minta waspada, sementara ini belum ada warga yang mengungsi," jelasnya.

Camat Kaliwungu Satriya Agus Himawan menyatakan imbas dari limpasan Sungai Wulan membuat beberapa desa ketinggiannya naik. Salah satunya di Desa Setrokalangan kondisi. Sebelumnya kondisi tinggi air di lokasi itu turun.

”Kenaikan sampai 30 sentimeter. Yang terdalam ada satu meter,” katanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus mendata masih ada lima kecamatan yang terdampak. Yakni di Kecamatan Mejobo, Jati, Undaan Kaliwungu, dan Jekulo. Total saat ini ada sebanyak 30 desa yang terdampak. Sebelumnya hanya 28 desa.

Jumlah warga terdampak banjir mencapai 13.526 KK terdiri dari 43.595 jiwa. Sedangkan sawah yang tedampak ada 8.070 hektar. Total warga yang mengungsi 1.128 jiwa. (gal/zen) Editor : Ali Mustofa
#debit air sungai naik #genangan air #bendungan wilalung kudus #bpbd kudus #waspada banjir #Kudus