Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mahasiswa KKN IK IAIN Kudus Terlibat Pengelolaan Sampah

Ali Mustofa • Kamis, 22 September 2022 | 02:05 WIB
MAHENDRA ADITYA/RADAR KUDUS
MAHENDRA ADITYA/RADAR KUDUS
KUDUS - Posko KKN IK IAIN Kudus terlibat dalam pengelolaan sampah di Desa Prambatan Lor, Kaliwungu, Kudus. Posko KKN itu menjadi salah satu titik bank sampah desa itu. Yaitu terletak di RT 4/RW IV desa tersebut. Mahasiswa ikut terlibat dalam menerima dan mencatat sampah yang dikumpulkan warga setempat. Hasil bank sampah itu diuangkan setahun sekali.

Bank sampah dikelola inisiatif masyarakat desa itu. Ada empat titik pengumpulan atau bank sampah. Salah satunya di posko KKN IK IAIN Kudus.

Pengolahan sampah itu bagian upaya partisipasi menangani permasalahan sampah di sekitar Desa Prambatan Lor, Kaliwungu, Kudus. Dengan adanya bank sampah ini diharapkan dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, nyaman dan terhindar dari segala macam penyakit seperti demam berdarah.

Program bank sampah di desa itu pertama kali dimulai pada tahun 2018. Saat itu dikelola oleh organisasi karang taruna. Sampah-sampah dari masyarakat ditukarkan di bank sampah. Setelah itu dipilih. Dibedakan berdasarkan jenisnya. Bisa didaur ulang atau tidak. Seperti kardus, botol, besi, dan plastik sisa perabotan rumah tangga.

Kepala LPPM IAIN Kudus Shobirin mengatakan program KKN-IK dengan memperhatikan masalah sampah sangat tepat, karena dalam ajaran agama Islam sangat menekankan adanya kebersihan. ”Sebagaimana hadis Rasulullah : Dari Aisyah RA, Rasulullah bersabda: "Islam itu agama yang bersih, maka hendaklah kamu menjadi orang yang bersih. Sesungguhnya tidak akan masuk surga, kecuali orang-orang yang bersih (HR Thabrani),” jelasnya.

KREATIF: Mahasiswa KKN IK IAIN Kudus Kaliwungu bersama dengan Kepala LPPM IAIN Kudus Shobirin dan jajaran lainnya. (KKN IK IAIN KUDUS FOR RADAR KUDUS)
KREATIF: Mahasiswa KKN IK IAIN Kudus Kaliwungu bersama dengan Kepala LPPM IAIN Kudus Shobirin dan jajaran lainnya. (KKN IK IAIN KUDUS FOR RADAR KUDUS)
SEMANGAT: Tim mahasiswa KKN IK IAIN Kudus Kaliwungu, Kudus, memilah sampah di bank sampah desa itu belum lama ini. (KKN IK IAIN KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Islam tidak mengajarkan hal-hal yang kotor, karena kotor melahirkan dampak yang buruk. Maka dengan selalu menjaga pola hidup yang bersih dan sehat, nanti akan terhindar dari berbagai penyakit. Sehingga akan menjadi umat yang sehat dan kuat. Dan melahirkan generasi yang sehat dan kuat pula.

”Namun dalam praktek sehari-hari banyak masyarakat yang kurang sadar dengan masalah sampah (membuang sampah sembarangan). Padahal  membuang sampah sembarangan akan merusak pemandangan, mendatangkan bau yang tidak sedap, mendatangkan banjir level rendah sampai yang tinggi, mendatangkan berbagai penyakit dan dapat mencemari lingkungan,” ujarnya.

Manusia punya kuwajiban melestarikan alam dan lingkungan, namun manusia juga merupakan agen utama perusak lingkungan.

”Misalnya, dengan membuang sampah  plastik  di sembarang tempat. Hal ini dapat mencemari tanah, air, laut, bahkan udara. Faktor utamanya adalah meningkatnya konsumsi, rendahnya kesadaran, rendahnya  pendidikan masyarakat, lemahnya peraturan dan peningkatan jumlah penduduk,” terangnya.

Solusi untuk menangulangi semua tadi, salah satunya dengan cara mendirikan bank sampah. Masyarakat disadarkan  membuang sampah pada tempatnya, memisahkan tempat sampah sesuai jenisnya, menggunakan tempat makan dan minum yang bisa digunakan berulang-ulang, pakai kantong belanja sendiri dan menggunakan wadah penyimpanan khusus.

”Ajaran agama Islam memandang kesehatan adalah suatu kondisi sehat secara menyeluruh. Baik secara fisik, mental, spiritual, dan sosial. Hal tersebut harus terjaga tidak hanya dengan menjaga masalah kesehatan secara individu, tapi juga perlu menjaga sistem, menjaga kesehatan keluarga dan menjaga sistem kesehatan masyarakat. Maka dapat disimpulkan bahwa menjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah sebuah kewajiban, karena separuh keimanan adalah bersuci atau kebersihan,” tegasnya. (adv) Editor : Ali Mustofa
#lestarikan lingkungan #kkn iain kudus #pengelolaan sampah #pola hidup sehat #bank sampah desa #Kudus