Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Temukan Fosil Gigi Manusia Purba, Ruang Pamer Museum Patiayam Kudus Diperluas

Ali Mustofa • Jumat, 16 September 2022 | 18:23 WIB
FOSIL: Narasumber dari Sangiran memberi fosil artefak alat batu, gigi manusia purba kepada Bupati Kudus hartopo di Hotel Home kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
FOSIL: Narasumber dari Sangiran memberi fosil artefak alat batu, gigi manusia purba kepada Bupati Kudus hartopo di Hotel Home kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
KUDUS – Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran memberikan fosil temuan Patiayam kepada Bupati Kudus Hartopo kemarin. Fosil itu berupa fosil alat batu, alat tulang dan fosil gigi manusia purba hasil dari ekskavasi yang nantinya akan dipajang di Museum Situs Patiayam.

Hartopo mempertanyakan fosil gigi manusia purba ini bagian mana dan pihak dari BPSMP menjelaskan, untuk gigi saat ini masih diteliti dan yang pasti milik manusia purba.

“Jujur saja, tempat penyimpanan fosil-fosil di museum saat ini masih butuh perbaikan. Saya melihat langsung, fosil berserakan dan takutnya ada bagian-bagian yang hilang, tertukar dan lainnya,” jelasnya.

Hartopo mengatakan, sudah dianggarkan Rp 2 miliar untuk membangun gedung lagi. Supaya, ada tempat yang untuk fosil-fosil. Situs Patiayam ini benar-benar diperhatikan, karena tidak semua daerah ditemukan fosil.

“Untuk sementara, Pemkab Kudus baru mampu menyediakan anggaran Rp 2 miliar untuk pengembangan Museum Patiayam,” kata Bupati Kudus Hartopo ditemui usai membuka sosialisasi Museum Situs Purbakala Patiayam di Hotel At Hom Kudus kemarin (15/9).

Menurut dia penambahan ruang pamer di Museum Patiayam memang mendesak dilakukan mengingat banyak fosil purba hasil temuan ternyata tempat penyimpanannya kurang representatif, belum lagi ruang pamernya juga sangat terbatas.

Sementara, luas bangunan museum yang ada sekarang kurang representatif karena hanya bisa menampilkan koleksi museum dengan jumlah yang sangat minim, sedangkan koleksi fosil purba yang dimiliki cukup banyak.

Plt Kepala Disbudpar Kudus Mutrikah, menambahkan pembangunan museum yang baru untuk perluasan ruang pamer memang sudah dimulai. Karena, sebelumnya sudah disiapkan perencanaan induk (master plan) dan bestek gambar kerja detail (detail engineering design/DED).

Sementara rencana pengadaan tanah, kata dia, belum bisa direalisasikan karena membutuhkan anggaran yang cukup besar, sedangkan saat ini masih masa pandemi sehingga masih banyak hal yang harus diperhatikan pemerintah.

Kendari demikian, dengan adanya bangunan baru yang bisa digunakan untuk ruang pamer yang baru patut diapresiasi sehingga wisatawan yang berkunjung ke museum tidak lagi kecewa karena koleksinya sangat terbatas.

Padahal, temuan fosil purba dari Situs Patiayam hingga Juli 2022 mencapai 9.346 fosil. Sementara penganggaran untuk sasaran dan prasarana pendukungnya, seperti mebeler dan tempat untuk memamerkan fosil di gedung baru tersebut diusulkan lewat APBD 2023.

Pamong Budaya Ahli Muda Museum Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran Dody Wiranto mengakui temuan fosil purba di Situs Patiayam memang hampir lengkap, mulai dari gigi manusia purba, peralatan yang digunakan manusia purba hingga fosil fauna.

“Ketika ruang pamer museumnya memadai, maka nantinya bisa menjadi daya tarik wisatawan dan menjadi tempat edukasi,” katanya. (san/mal) Editor : Ali Mustofa
#musem patiayam #Kudus #bupati kudus #fosil gigi manusia purba