Kapolsek Dawe AKP Hadi Noor Cahyo menjelaskan kejadian itu berlangsung di Desa Ternadi. Itu merupakan acara tanggapan orkes yang digelar oleh kelompok pemuda setempat.
"Intinya kami tak pernah mengeluarkan ijin terkait acara itu. Kami kecolongan," jelasnya.
Mendapat informasi terkait acara itu, pihaknya pun langsung menindaklanjuti. Mengutus jajarannya.
"Kami dapat informasi telat. Kami kesana udah hampir selesai acaranya," tambahnya.
Saat sampai TKP itu menurutnya memang masih ada geger. Dan kemudian langsung dibubarkan pihaknya.
"Akhirnya berhenti dan masa banyak membubarkan diri," imbuhnya.
Atas acara dangdutan yang digelar kemarin malam (5/1) sekitar pukul 20.00-23.00 itu, hari ini (6/1) pihak Polsek Dawe Kudus memanggil pihak-pihak terkait. Dari penyelenggara, orkes, player hingga pembawa samurai yang terekam dalam video itu.
"Terkait yang membawa samurai itu, dia merebut dari orang lain yang membawa. Setelah direbut itu, pembawanya lari. Nah yang terekam dalam video itu ingin mengejar. Intinya mencoba mengamankan," katanya. Editor : Ali Mustofa