Ketua Dekranasda Kudus Mawar Anggraeni mengatakan sudah dirancang untuk produk yang nantinya masuk Dekranasda. Ini tidak hanya produk yang sudah terdaftar Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), tetapi juga produk yang belum PIRT.
“Tujuannya memberi rasa percaya diri kalau produk bagus hanya belum mengurus PIRT. Nantinya, akan disediakan stan khusus untuk konsultasi sekaligus daftar. Karena sekarang ini pengurusannya bisa online,” jelasnya.
Menurutnya, produk-produk yang akan dipamerkan dalam Dekranasda tidak monoton. Jika biasanya batik dan bordir, kini bisa produk inovatif lainnya.
”Contohnya ya kerajinan tas yang dikombinasikan dengan kain perca. Kemudian, olahan makanan yang variatif. Sebenarnya banyak produk Usaha Kecil Menengah (UKM) yang belum terjamah pemerintah. Justru mereka cari jalan promosi sendiri dan bisa eksis, barangnya juga berkualitas. Saya sudah telusuri produk-produk UKM yang potensial untuk bisa dikembangkan,” jelasnya.
Mawar mengatakan, saat pencanangan Dekranasda ini, nantinya akan menyasar UKM yang belum pernah tampil. Produk yang belum PITR bukan berarti tidak berkualitas, bisa jadi UKM kesulitan atau tidak tahu cara pengurusannya.
“Jadi imbang, mereka yang sudah PIRT terus mengembangkan inovasinya, kemudian yang belum bisa termotivasi sehingga sama-sama jalan,” terangnya.
Mawar mengatakan, lokasi kantor Dekranasda Kudus di Jalan Jendral Sudirman, letaknya strategis. Di sana sudah ada beberapa produk. Ada batik Kudus, border, kerajinan dari anyaman bambu, dan produk unggulan lainnya.
“Kalau ada yang unik bisa diinformasikan ke Disnaker Perinkop dan UKM atau ke Dinas Perdagangan Kudus,” jelasnya. (mal) Editor : Ali Mustofa