Selain digelar secara offline, pentas seni itu juga ditampilkan secara virtual di chanel Youtube Disbudpar Kudus.
Pagelaran pentas Barongan sendiri satu dari serangkaian pentas seni budaya yang disuguhkan kepada masyarakat. Acara diselenggarakan sejak (12/9) lalu. Selain barongan adapula wayang, seni tari, hingga reog. Yang digelar secara bergilir.
Ketua Paguyuban Kesenian Barongan (Paseban) Kudus Ahmadi menjelaskan dalam pentas tersebut mereka bermain gabungan dari perwakilan 32 kelompok barongan di Kudus. Sebagian besar masing-masing ketua kelompok barongan terjun langsung.
”Kami sangat antusias dengan ruang diberikan kepada kami untuk bisa tampil. Sebab ini juga dalam rangka melestarikan dan nguri-nguri budaya daerah. Terlebih momennya pas hari HUT,” jelasnya.
Selain itu, dengan pementasan tersebut menjadi simbol jika pelaku kesenian barongan bisa menunjukan eksistensinya sehingga masih bisa dilestarikan meskipun pandemi Covid-19 masih melanda. Dalam pentas itu, beberapa tarian kesenian barongan dipertontonkan. Seperti tari bondan barongan, tari jaran kepang, hingga tari jaran dor.
”Selain Barongan, kami juga tampilkan penthul dan tembem, topeng bondhetan (anjing), topeng celengan (babi hutan, gendruwon kembar, sampai jaran kepang,” imbuhnya.
Kasi Sentradasa Disbudpar Kudus Bambang Widiharto menyebut pementasan seni barongan merupakan serangkaian acara yang digelar untuk menyambut HUT Kudus.
”Ini inisasi dari teman-teman. Seniman Barongan yang ingin memeriahkan hari jadi ke-472 Kabupaten Kudus, meski kondisi pandemi yang mengharuskan pentas digelar secara virtual,” ujarnya.
Pentas seni virtual tersebut juga bertujuan untuk mewadahi seniman di Kudus agar bisa tetap berkarya di saat pandemi. Sehingga masyarakat Kota Kretek pun juga bisa turut melestarikan kesenian barongan. (zen) Editor : Ali Mustofa