Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Obat yang Ditelan Bisa Tepat ke Bagian Tubuh yang Sakit, Bagaimana Caranya?

uinbroadcasting • Selasa, 14 Juli 2026 | 14:57 WIB
Bagaimana sih cara kinerja obat setelah di telan? kok bisa tepat ke bagian tubuh yang sakit?
Bagaimana sih cara kinerja obat setelah di telan? kok bisa tepat ke bagian tubuh yang sakit?

RADAR KUDUS – Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa obat yang diminum bisa bekerja pada bagian tubuh yang sedang sakit?

Padahal, setelah ditelan, obat tidak langsung menuju organ tertentu.

Sebaliknya, obat akan melewati serangkaian proses di dalam tubuh sebelum akhirnya bekerja di lokasi targetnya.

Dilansir dari unggahan dr. Adam Prabata di platform X yang mengacu pada referensi ilmiah Drug Absorption (StatPearls, NCBI Bookshelf, 2024), obat tidak langsung menuju organ yang sakit, melainkan melalui serangkaian proses di dalam tubuh sebelum akhirnya bekerja pada targetnya.

Tahap pertama adalah saat obat ditelan dan melewati kerongkongan menuju lambung.

Setelah itu, tablet mulai hancur dan larut di dalam saluran pencernaan, terutama di usus halus. Di bagian inilah obat dipecah menjadi partikel-partikel kecil sehingga lebih mudah diserap tubuh.

Selanjutnya, molekul obat melewati dinding usus halus melalui struktur yang disebut vili usus, lalu masuk ke pembuluh darah kecil di sekitarnya. Dari sana, obat ikut mengalir bersama darah ke seluruh tubuh.

Sebelum bekerja, sebagian obat terlebih dahulu diproses di hati melalui mekanisme metabolisme awal. Setelah itu, molekul obat terus diedarkan menuju berbagai jaringan dan organ.

Lalu, bagaimana obat bisa "menemukan" bagian tubuh yang sakit?

Jawabannya bukan karena obat memiliki kemampuan mencari lokasi penyakit, melainkan karena setiap obat dirancang untuk mengenali reseptor, enzim, atau protein tertentu yang hanya terdapat atau lebih banyak berada pada jaringan tertentu.

Ketika molekul obat bertemu dengan target tersebut, barulah obat mulai memberikan efek sesuai fungsinya.

Sebagai contoh, obat penurun tekanan darah bekerja pada reseptor yang mengatur pembuluh darah, sedangkan antibiotik menyerang struktur tertentu pada bakteri tanpa memengaruhi sebagian besar sel tubuh manusia.

Meski demikian, karena obat beredar ke seluruh tubuh melalui aliran darah, sebagian molekul juga dapat mencapai jaringan lain.

Inilah sebabnya beberapa obat dapat menimbulkan efek samping pada organ yang sebenarnya bukan menjadi target utama.

Memahami cara kerja obat dapat membantu masyarakat menggunakan obat secara lebih bijak dan sesuai anjuran tenaga kesehatan. (bay)

Editor : Ali Mustofa
Minum obat Cara Kinerja Obat