RADAR KUDUS - Kehidupan mahasiswa sering kali dipenuhi berbagai aktivitas, mulai dari mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, mengikuti organisasi, hingga bekerja paruh waktu.
Padatnya aktivitas tersebut membuat sebagian mahasiswa memilih begadang agar semua pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.
Namun, kebiasaan ini justru dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan maupun kemampuan belajar.
Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia yang berperan penting dalam memulihkan kondisi tubuh dan otak setelah beraktivitas seharian.
Saat tidur, tubuh memperbaiki sel-sel yang rusak, sementara otak memproses informasi yang telah diterima sepanjang hari sehingga membantu meningkatkan daya ingat dan kemampuan belajar.
Baca Juga: Simak! 5 Manfaat Anggur untuk Kesehatan : Bantu Tidur Lebih Nyenyak dan Jaga Imunitas Tubuh
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orang dewasa berusia 18–60 tahun dianjurkan tidur selama 7–9 jam setiap malam.
Durasi tidur yang cukup membantu menjaga konsentrasi, meningkatkan produktivitas, serta menurunkan risiko berbagai gangguan kesehatan.
Kurang tidur dapat memengaruhi performa akademik mahasiswa. Rasa kantuk saat mengikuti perkuliahan membuat mahasiswa sulit berkonsentrasi dan memahami materi yang disampaikan dosen.
Selain itu, kemampuan berpikir kritis, mengambil keputusan, hingga menyelesaikan masalah juga dapat menurun akibat kurangnya waktu istirahat.
Tidak hanya berdampak pada akademik, kurang tidur juga berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan mental.
World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa pola hidup sehat, termasuk istirahat yang cukup, merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Sementara itu, kurang tidur dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko stres, gangguan suasana hati, hingga menurunnya daya tahan tubuh.
Psikolog juga menilai bahwa tidur berkualitas berperan dalam menjaga kestabilan emosi.
Mahasiswa yang memiliki waktu tidur cukup cenderung lebih mudah mengendalikan stres dan memiliki suasana hati yang lebih baik dibandingkan mereka yang sering begadang.
Agar mendapatkan tidur yang berkualitas, mahasiswa dapat menerapkan beberapa kebiasaan sederhana.
Seperti mengatur jadwal tidur secara teratur, mengurangi penggunaan gawai sebelum tidur, menghindari konsumsi minuman berkafein pada malam hari, serta mengatur waktu belajar agar tidak menumpuk menjelang tenggat tugas.
Dengan menerapkan pola tidur yang sehat, mahasiswa tidak hanya menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga meningkatkan kemampuan belajar dan produktivitas.
Menyelesaikan tugas memang penting, tetapi menjaga kualitas istirahat merupakan investasi jangka panjang untuk mendukung prestasi akademik maupun kesehatan secara keseluruhan.(Sakdiyah)
Editor : Ali Mustofa