Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Telur Rebus vs Omelet, Mana Lebih Efektif untuk Turunkan Berat Badan?

Redaksi Radar Kudus • Senin, 9 Februari 2026 | 21:18 WIB
ilustrasi telur rebus vs omelet
ilustrasi telur rebus vs omelet

RADAR KUDUS - Telur kerap menjadi pilihan utama bagi mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan.

Selain harganya terjangkau dan mudah diolah, telur juga kaya nutrisi yang mendukung rasa kenyang lebih lama.

Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah, mana yang lebih efektif untuk diet, telur rebus atau omelet?

Menurut Healthline, telur utuh mengandung protein berkualitas tinggi, kolin, serta vitamin D. Kombinasi nutrisi ini berperan penting dalam meningkatkan rasa kenyang sehingga membantu mengontrol asupan kalori sepanjang hari.

Hal ini pula yang membuat telur sering dijadikan menu andalan dalam berbagai pola diet. Informasi serupa juga dilansir CNN Indonesia Lite.

Dari sisi kalori, telur rebus menjadi pilihan paling aman dan sederhana. Tanpa tambahan minyak atau bahan lain, satu butir telur rebus berukuran besar hanya mengandung sekitar 74 kalori, dengan kandungan protein sekitar 6 gram yang tetap utuh.

Meski terlihat sederhana, efeknya cukup signifikan. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Nutrition menunjukkan bahwa sarapan dengan telur dapat membuat seseorang makan lebih sedikit sepanjang hari karena rasa kenyang yang bertahan lebih lama.

Sementara itu, omelet cenderung memiliki kalori lebih tinggi karena proses pengolahannya biasanya melibatkan minyak serta bahan tambahan lain.

Namun, dari sisi protein, omelet tetap setara dengan telur rebus. Perbedaannya terletak pada cara memasak.

Satu sendok minyak saja dapat menambah sekitar 40 kalori pada omelet. Meski begitu, omelet tetap bisa menjadi pilihan diet-friendly jika diolah dengan bijak.

Menambahkan sayuran seperti bayam, tomat, atau jamur pada omelet justru bisa meningkatkan volume dan rasa kenyang tanpa menaikkan kalori secara signifikan.

Dengan cara ini, omelet tidak hanya mengenyangkan tetapi juga memberikan tambahan serat dan vitamin.

Kesimpulannya, baik telur rebus maupun omelet sama-sama efektif membantu menurunkan berat badan.

Telur rebus unggul dari sisi kontrol kalori, sementara omelet bisa lebih mengenyangkan jika diolah dengan sedikit minyak dan tambahan sayuran.

Kunci keberhasilan diet bukan hanya pada pilihan menu, tetapi juga pada detail kecil dalam cara memasak dan pemilihan bahan yang sering kali terlewat. (Ghina)

Editor : Mahendra Aditya
#telur rebus #omelet