Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rumah Bau Akibat Kucing? Ini Cara Efektif Menjaganya Tetap Segar

Iwan Arfianto • Jumat, 26 Desember 2025 | 18:21 WIB
kucing
kucing

RADAR KUDUS – Memelihara kucing di rumah kerap membawa rasa nyaman dan kebahagiaan bagi pemiliknya.

Kehadiran hewan berbulu ini bisa menjadi teman sekaligus penghilang stres.

Namun di balik itu, ada persoalan yang sering luput dari perhatian, yakni munculnya aroma tak sedap di dalam rumah.

Baca Juga: Masjidil Haram Hadirkan Fasilitas Tahallul Gratis, Jemaah Lebih Mudah Selesaikan Ibadah

Bau khas dari kotoran kucing, aroma pesing dari urine, hingga bau amis dari bulu rontok dan sisa makanan dapat membuat udara di rumah terasa kurang nyaman.

Bagi pemilik kucing, kondisi ini mungkin sudah biasa. Namun, bau tersebut bisa menjadi masalah tersendiri saat ada tamu berkunjung.

Karena bau kucing dapat muncul hampir setiap hari, pemilik perlu lebih peka dan melakukan langkah pencegahan sejak dini.

Mengutip laman House Fresh, berikut beberapa cara sederhana namun efektif untuk mengurangi bau kucing di dalam rumah.

1. Maksimalkan Sirkulasi Udara

Langkah paling cepat untuk mengurangi bau adalah memastikan aliran udara berjalan dengan baik.

Membuka jendela dan pintu secara rutin memungkinkan udara segar masuk dan mendorong bau keluar dari ruangan.

Ventilasi yang baik juga mencegah aroma tak sedap menempel pada dinding, lantai, maupun perabotan.

2. Rutin Membersihkan Kotak Pasir

Kotak pasir menjadi sumber utama bau kucing.

Kini tersedia berbagai jenis litter box modern yang dirancang untuk mengurangi bau, bahkan ada yang membersihkan otomatis.

Jika masih menggunakan kotak pasir biasa, sebaiknya pasir diganti setidaknya sekali sehari.

Untuk rumah dengan lebih dari satu kucing, pembersihan bisa dilakukan dua kali sehari.

Selain mengganti pasir, kotak pasir juga perlu dicuci seminggu sekali menggunakan air dan sabun ringan tanpa pewangi.

Hindari bahan kimia keras seperti pemutih atau amonia karena berisiko membahayakan kesehatan kucing.

Area di sekitar kotak pasir pun sebaiknya dipel dan disedot debunya secara rutin.

3. Bersihkan Area Favorit Kucing

Bulu dan bau kucing bisa menempel pada sofa, karpet, hingga pakaian.

Perabotan yang sering didatangi kucing perlu dibersihkan secara berkala.

Untuk permukaan keras, campuran cuka putih dan air dengan perbandingan seimbang bisa digunakan sebagai pembersih alami.

Setelah digosok, biarkan kering hingga bau hilang dengan sendirinya.

Larutan cuka aman digunakan untuk berbagai material seperti plastik, logam, kayu tanpa lapisan lilin, kaca, dan kulit.

Namun, hindari pemakaian pada batu alam karena dapat merusak permukaannya.

4. Perhatikan Perawatan dan Pola Makan Kucing

Bau tubuh dan kotoran kucing juga dipengaruhi oleh perawatan serta jenis makanan yang dikonsumsi.

Memberikan pakan berkualitas dan merawat kebersihan kucing secara rutin dapat mengurangi bau, bulu rontok, serta masalah kulit.

Jika perlu, pemilik disarankan berkonsultasi dengan dokter hewan untuk menyesuaikan pola makan dan perawatan yang tepat.

Dengan perawatan yang konsisten dan kebiasaan bersih, bau kucing di rumah bisa diminimalkan.

Rumah pun tetap nyaman, baik bagi penghuni maupun tamu yang berkunjung.

Editor : Ali Mustofa
#cara menghilangkan bau hewan peliharaan #kucing #kebersihan rumah #bulu kucing