7 Buah Paling Manis yang Diam-Diam Bikin Gula Darah Naik, Nomor 4 Sering Kamu Makan!
Mahendra Aditya Restiawan• Senin, 22 September 2025 | 01:23 WIB
Kurma Sukari
Buah Itu Sehat, Tapi...
Buah selalu identik dengan makanan sehat. Kaya vitamin, mineral, dan serat, buah kerap menjadi andalan mereka yang sedang diet atau ingin menjaga gaya hidup sehat.
Namun ada sisi yang sering terlupakan: tidak semua buah aman dikonsumsi dalam porsi banyak, terutama bagi penderita diabetes atau yang sedang diet rendah gula.
Kandungan fruktosa (gula alami pada buah) bisa membuat kadar gula darah melonjak jika dikonsumsi berlebihan.
Efeknya bisa terasa bagi mereka yang sensitif, misalnya penderita diabetes, insulin resistance, atau mereka yang sedang menjalankan pola makan ketat.
Memahami kandungan gula pada buah menjadi penting, agar kita bisa mengontrol porsi tanpa harus menghilangkan buah dari menu harian. Berikut daftar buah yang terkenal tinggi gula sekaligus cara aman menikmatinya.
Mangga: Si Raja Buah Tropis yang Super Manis
Mangga adalah buah favorit banyak orang, terutama saat musim panas. Rasanya manis, segar, dan bisa dinikmati dalam berbagai bentuk – dimakan langsung, dijadikan jus, atau campuran es buah.
Namun, dalam 100 gram mangga terdapat sekitar 14 gram gula. Ini angka yang cukup tinggi jika dibandingkan buah rendah gula seperti stroberi (hanya sekitar 4-5 gram gula per 100 gram).
Bagi yang sedang mengontrol kadar gula darah, mangga sebaiknya dikonsumsi dalam porsi kecil, misalnya hanya setengah buah per sekali makan.
Tips: Pilih mangga yang tidak terlalu matang. Mangga yang terlalu matang biasanya lebih manis karena kandungan fruktosanya sudah meningkat.
Anggur: Buah Kecil, Gula Besar
Anggur dikenal sebagai buah yang praktis – bisa langsung dimakan tanpa harus dikupas. Tapi justru karena praktis inilah kita sering kebablasan. Dalam 100 gram anggur terdapat sekitar 15-16 gram gula.
Kabar baiknya, anggur juga kaya antioksidan seperti resveratrol yang baik untuk jantung. Jadi bukan berarti harus menghindarinya sama sekali, cukup perhatikan porsinya.
Satu genggam anggur sudah cukup untuk camilan sehat tanpa membuat kadar gula darah melonjak terlalu tinggi.
Ceri: Cantik, Manis, Tapi Tinggi Fruktosa
Ceri manis memiliki warna yang menggoda dan sering menjadi hiasan kue atau minuman. Namun kandungan gulanya mencapai 13 gram per 100 gram.
Kabar baiknya, ceri juga mengandung antioksidan tinggi yang membantu melawan radikal bebas.
Bagi Anda yang suka ngemil ceri, atur porsinya maksimal satu mangkuk kecil. Jangan lupa kombinasikan dengan camilan berprotein, misalnya yogurt tanpa gula, agar kadar gula darah tetap stabil.
Pisang: Semakin Matang, Semakin Manis
Pisang adalah buah yang sering direkomendasikan atlet karena mampu memberikan energi cepat. Namun kandungan gulanya bisa mencapai 12-14 gram per buah ukuran sedang.
Pisang yang sudah berbintik hitam di kulitnya biasanya lebih manis karena kandungan pati sudah berubah menjadi gula sederhana.
Untuk penderita diabetes, pilih pisang yang masih agak hijau agar kadar gulanya lebih rendah.
Nanas: Manis, Segar, tapi Bisa Bikin Gula Darah Naik
Nanas adalah buah tropis yang menyegarkan dan sering dijadikan jus. Dalam 100 gram nanas, terdapat sekitar 10-13 gram gula.
Masalahnya, saat dijadikan jus, kandungan seratnya hilang sehingga gula lebih cepat diserap tubuh. Akibatnya, kadar gula darah bisa naik drastis.
Lebih baik makan nanas dalam bentuk potongan segar agar seratnya tetap membantu memperlambat penyerapan gula.
Leci: Buah Imut dengan Gula Tinggi
Leci sering hadir sebagai campuran es buah atau minuman kaleng. Kandungan gulanya sekitar 15 gram per 100 gram. Karena ukurannya kecil dan rasanya manis, leci bisa membuat kita tak sadar makan terlalu banyak.
Jika membeli leci kalengan, perhatikan label nutrisinya. Banyak yang ditambah sirup gula sehingga kandungan gulanya bisa jauh lebih tinggi daripada leci segar.
Kurma: Manis Alami, Tapi Jangan Kebanyakan
Kurma terkenal sebagai buah favorit saat Ramadan karena memberi energi cepat. Namun dalam 100 gram kurma terdapat sekitar 66 gram gula.
Itu artinya, hanya makan 3-4 butir kurma saja sudah setara dengan mengonsumsi camilan manis lainnya.
Kurma sangat baik dikonsumsi untuk memulihkan energi setelah berpuasa, tetapi tetap batasi porsinya agar tidak berlebihan.
Tips Aman Mengonsumsi Buah Tinggi Gula
Menghindari buah manis sepenuhnya bukan solusi yang sehat. Buah tetap penting karena kaya serat, vitamin, dan mineral. Yang perlu diperhatikan adalah porsi dan cara konsumsinya.
Perhatikan porsi: makan secukupnya, jangan sampai berlebihan.
Pilih buah segar, hindari jus kemasan atau buah kering yang kandungan gulanya lebih pekat.
Kombinasikan dengan protein (misalnya keju atau kacang) untuk menyeimbangkan lonjakan gula darah.
Sebisa mungkin konsumsi buah utuh, bukan jus. Serat pada buah utuh membantu memperlambat penyerapan gula.
Perhatikan waktu makan: konsumsi buah tinggi gula sebaiknya tidak berdekatan dengan makanan manis lainnya.
Kenali, Batasi, Nikmati
Buah-buahan manis bukan musuh, tapi kita harus bijak mengonsumsinya. Mengetahui kandungan gula membantu kita membuat keputusan yang lebih sehat.
Dengan porsi yang tepat, mangga, anggur, ceri, pisang, nanas, leci, dan kurma tetap bisa menjadi bagian dari pola makan seimbang.
Kuncinya adalah keseimbangan. Seimbangkan buah tinggi gula dengan buah rendah gula seperti kiwi, stroberi, alpukat, atau buah naga.
Dengan cara ini, Anda tetap bisa mendapatkan manfaat buah tanpa khawatir gula darah melonjak.