Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

8 Penyakit Langganan Santri Pondok Pesantren, Nomor 7 Paling Mengerikan

Muhammad Agung Prayoga • Kamis, 26 Juni 2025 | 16:27 WIB
INTENS: Daurah Tahfiz santri Pesantren Muhammadiyah Kudus.
INTENS: Daurah Tahfiz santri Pesantren Muhammadiyah Kudus.

RADAR KUDUS -- Kehidupan santri di pondok pesantren, dengan segala dinamika dan kebersamaannya, menyimpan potensi unik terkait penyebaran penyakit.

Adapun lingkungan komunal seperti pondok pesantren erat kaitannya menjadi faktor penyebaran beberapa penyakit tertentu yang kemudian dialami oleh banyak santri.

Berangkat dari hal itu, Radar Kudus akan membahas delapan penyakit yang menjadi langganan santri, sekaligus memberikan panduan pencegahan dan penanganannya.

Dengan memahami informasi ini penting bagi santri, orang tua, dan pengelola pondok pesantren untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman.

1. Skabies (Gudik/Kudis)

Skabies, atau yang lebih dikenal dengan gudik/kudis, disebabkan oleh tungau kecil yang bersarang di kulit.

Penyakit ini sangat menular melalui kontak langsung dan pemakaian barang bersama, seperti handuk atau pakaian.

Gejala utamanya adalah gatal hebat, terutama di malam hari.

Cara mencegahnya dengan rajin mencuci tangan dan mandi dengan sabun, menghindari pemakaian barang pribadi secara bersamaan, dan menjaga kebersihan lingkungan.

Untuk penanganan, penggunaan obat anti-skabies yang diresepkan oleh dokter.

2. Impetigo

Impetigo adalah infeksi kulit yang sangat menular, ditandai dengan luka merah dan lepuh berisi cairan.

Bakteri penyebab impetigo mudah menyebar melalui kontak langsung.

Upaya pencegahannya dengan menjaga kebersihan kulit, menghindari menyentuh luka secara langsung, dan mencuci tangan secara teratur.

Kemudian untuk penanganannya dengan penggunaan antibiotik topikal atau oral yang diresepkan oleh dokter.

3. Jamur Kulit

Kelembaban dan kebersihan yang kurang terjaga dapat memicu pertumbuhan jamur di kulit. Gejalanya berupa ruam merah, gatal, dan bersisik.

Langkah mencegahnya dengan menjaga kulit tetap kering dan bersih, menggunakan pakaian yang menyerap keringat, dan menghindari pemakaian barang pribadi secara bersamaan.

Selanjutnya, sebagai bentuk pengobatan, penggunaan obat anti-jamur yang diresepkan oleh dokter.

4. Diare

Diare, ditandai dengan buang air besar yang encer dan sering, dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi bakteri atau virus, serta makanan yang terkontaminasi.

Lalu bagaimana pencegahannya? mencuci tangan sebelum makan, memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi higienis, dan menjaga kebersihan lingkungan.

Untuk penanganannya, minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi dan, jika perlu, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

5. DBD (Demam Berdarah Dengue)

DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejalanya meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, dan ruam.

Sebagai ikhtiar pencegahan, perlu membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, menggunakan lotion anti-nyamuk, dan memasang kelambu.

Sementara untuk penanganan, segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala DBD.

6. Malaria

Seperti DBD, malaria juga ditularkan melalui gigitan nyamuk, yaitu nyamuk Anopheles. Gejalanya meliputi demam, menggigil, dan sakit kepala.

Cara mencegahnya serupa dengan pencegahan DBD, yaitu menghindari gigitan nyamuk.

Lantas penanganannya, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

7. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas)

ISPA, yang meliputi flu dan pilek, mudah menular di lingkungan pondok pesantren, karena banyak asap berkeliaran -tembakau dan sejenisnya.

Upaya pencegahan, menjaga daya tahan tubuh, mencuci tangan secara teratur, dan menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.

Adapun penanganannya, yakni istirahat yang cukup, minum banyak cairan, dan konsumsi obat sesuai anjuran dokter.

8. TBC (Tuberculosis)

TBC adalah penyakit paru-paru yang menular melalui udara. Gejalanya meliputi batuk berkepanjangan, demam, dan penurunan berat badan.

Sebagai langkah pencegahan, perlu menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak dekat dengan penderita TBC, dan menjalani vaksinasi BCG.

Kemudian untuk pengobatan TBC membutuhkan waktu yang lama dan harus dilakukan di bawah pengawasan dokter.

Syahdan, kesehatan merupakan aset berharga, terutama bagi santri yang menjalani kehidupan komunal.

Dengan memahami dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat, risiko terkena penyakit-penyakit umum di pondok pesantren dapat diminimalisir.

Kerjasama antara santri, orang tua, dan pengelola pondok pesantren sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung proses belajar mengajar yang optimal.

Editor : Ali Mustofa
#Penyakit Santri #kesehatan #pondok pesantren #santri pondok