Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Peringatan Maulid Nabi di Kemujan Karimunjawa, Sediakan 15 Ribu To'dok Telok dan Ribuan Pincuk Sokko

Fikri Thoharudin • Sabtu, 6 September 2025 | 00:36 WIB

 

MERIAH: Prosesi pembacaan Al-Barzanji di Masjid Nurul Amin Dukuh Telaga Desa Kemujan. To
MERIAH: Prosesi pembacaan Al-Barzanji di Masjid Nurul Amin Dukuh Telaga Desa Kemujan. To

KARIMUNJAWA - Suasana hangat terasa di Masjid Serambi Roudlotul Jannah Dukuh Batulawang serta Masjid Nurul Amin Dukuh Telaga Desa Kemujan Kecamatan Karimunjawa.

Jelang matahari terbenam, pada Jumat (5/9) pagi, ratusan warga tampak berduyun-duyun berdatangan.

Mengenakan pakaian koko lengkap dengan sarung dan peci masing-masing.

Tua, muda hingga anak-anak tak mau kelewatan momen sakral sebagai puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut.

Bagi masyarakat Kepulauan Karimunjawa, peringatan hari lahir Nabi sudah dilakukan sejak dulu, dari tahun ke tahun menjadi tradisi yang meriah.

Dalam peringatan kali ini, disediakan setidaknya 15 ribu To'dok Telok atau telor yang ditusuk atau ditalikan di sada (tusuk) bambu.

Penggagas Festival To'dok Telok, Moh Sofi'i menyebutkan bahwa persiapan telah dilakukan beberapa pekan yang lalu. Melibatkan segenap unsur masyarakat.

EKSPRESIF: Ka
EKSPRESIF: Ka

Mulai dari proses penyisikan bambu untuk dibuat To'dok (tusuk), kemudian menyiapkan daun-daun pisanh yang digunakan untuk wadah Ka'dok atau makanan dari ketan dengan bumbu rempah yang hanya disuguhkan saat Maulid.

Puncak peringatan dilakukan dalam tiga sesi. Pertama pada hari Jumat (5/9) pagi, kemudian siang hari seusai Jumatan dilakukan kirab arak-arakan serta silaturahmi diaspora.

Lalu pada malam hari juga terdapat pengajian sebagai refleksi maulid.

Sekaligus dilakukan Pembagian To'dok Telok di hotel hingga bandara sebagai pintu masuk wisatawan.

"Di Masjid Telaga dan Batulawang ini sebagai gongnya. Meskipun pada Kamis (4/9) malam juga musala-musala telah memperingatinya. Di Dukuh Telaga, prosesinya disiapkan 3000 pincuk Ka'dok dan Sokko. Begitupun dengan Dukuh Batulawang," jelasnya.

Saat ini juga sebagai sarana pemersatu setiap warga Karimunjawa yang berasal dari berbagai suku. Menjadi ajang mempererat Ukhuwah Islamiah.

Sekat-sekat perbedaan antar suku hilang, lebur dalam peringatan Maulid Nabi tersebut.

Sejumlah tokoh lintas agama baik Islam, Kristen Protestan dan Katolik tampak harmonis.

“Kini kami mendiami satu pulau yang sama, meskipun berasal dari diaspora suku masing-masing. Ada Jawa, Madura, Bugis, Mandar. Dalam hal ini warga mengenakan pakaian adat masing-masing,” tuturnya.

Kegiatan tersebut, menjadi peringatan yang esensial. Sebab, juga menjadi branding pariwisata Karimunjawa dengan kekayaan budaya dan tradisi.

“Dibagikan To'dok Telok agar wisatawan juga mengenal, Karimunjawa punya khazanah dan tradisi,” ujarnya.

Disebutkan lebih lanjut bahwa, Festival sejenis juga terdapat di Pulau lain. Seperti Sulawesi, Batam, Bangka Belitung, hingga Bali. Namun dengan penyebutan yang berbeda.

ANTUSIAS: Kamituwo Telaga Budi membawa Ka
ANTUSIAS: Kamituwo Telaga Budi membawa Ka

"To'dok Telok secara harafiah telur tusuk. Mengapa telur? Ini terkandung filosofi yang di dalam. Telor itu simbol dunia dan kehidupan dunia. Enak, lezat. Dihiasi bunga-bunga juga karena dunia adalah perhiasan. To'dok (tusuk bambu, Red) itu perlambang risalah nabi, ya agama Islam. Kemudian ditusukkan jadi bagian yang utuh," terangnya.

Dengan begitu, ketika membawa yang digenggam bulan Telok (telur) bukan tusuknya. Artinya ketika memegang agama, otomatis dunia akan dimiliki juga, bahagia dunia akhirat, tandasnya sembari menyematkan harapan.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#maulid nabi #karimunjawa #Sokko #diaspora #Festival Todok Telok