JEPARA – Layanan Trans Jateng rute Jepara-Kudus-Pati ditargetkan mulai beroperasi pada 2028. Saat ini, penyusunan rencana induk layanan masih berjalan dan ditargetkan selesai pada 2027.
Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar atau Wabup Gus Hajar mengatakan sejumlah kebutuhan pendukung perlu disiapkan pemerintah daerah. Di antaranya data, rute, halte, integrasi layanan, serta dukungan kebijakan.
“Penyusunan rencana induk sedang berjalan dan ditargetkan selesai pada 2027, dengan proyeksi operasional pada 2028,” kata Wabup Gus Hajar.
Rute dan Halte Disiapkan
Penyusunan rencana induk menjadi tahapan awal sebelum layanan Trans Jateng rute Jepara-Kudus-Pati beroperasi. Pemerintah daerah diminta menyiapkan berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan operasional dan integrasi layanan.
Rute tersebut nantinya menghubungkan tiga daerah, yakni Jepara, Kudus, dan Pati. Namun, rincian titik halte dan pola layanan masih menjadi bagian dari penyusunan rencana induk.
454 Titik Penerangan Ditangani
Di sektor perhubungan lainnya, penanganan penerangan jalan di Jepara sepanjang 2026 mencapai 454 titik. Lokasinya tersebar pada 28 lokasi atau ruas jalan.
Pekerjaan tersebut juga mencakup meterisasi terhadap 133 sambungan.
Dukungan penerangan datang dari sejumlah pihak. Bhumi Jati Power memasang 55 lampu di ruas Kaliaman-Bondo.
Sementara itu, 60 lampu di ruas jalan nasional Margoyoso-Krasak dan Lebuawu-Rengging ditangani melalui APBN.
Pemprov Jawa Tengah juga membangun Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di Simpang Nalumsari.
Infrastruktur Harus Diikuti Keselamatan
Wabup Gus Hajar menekankan pembangunan infrastruktur perhubungan perlu diikuti kesiapan keselamatan. Infrastruktur yang tersedia harus didukung disiplin petugas, pengawasan, kesiapan pelayanan, dan kepatuhan masyarakat.
“Infrastruktur yang baik perlu disertai disiplin, pengawasan, kesiapan petugas, dan kepatuhan masyarakat,” tuturnya.
Editor : M. Khoirul Anwar