Pojok Pelangi Kartini Diresmikan, PKK Jepara Dorong Ruang Ramah Anak dan Gerakan Pilah Sampah

M. Khoirul Anwar • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 10:47 WIB

 

CERIA: Pojok Pelangi Kartini resmi dibuka di Pendopo Jepara sebagai ruang ramah anak. PKK Jepara juga mendorong gerakan pilah sampah melalui Bank Sampah Kartini.
CERIA: Pojok Pelangi Kartini resmi dibuka di Pendopo Jepara sebagai ruang ramah anak. PKK Jepara juga mendorong gerakan pilah sampah melalui Bank Sampah Kartini.

 

JEPARA – Anak-anak kini memiliki ruang baru untuk belajar, membaca, dan bermain di lingkungan Pendopo R.A. Kartini Jepara. Pojok Pelangi Kartini resmi dibuka bertepatan dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten Jepara, Senin (10/8/2026).

Pojok Pelangi Kartini disiapkan sebagai ruang ramah anak yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif. Fasilitas tersebut diresmikan Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar dan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Jepara.

Peresmian berlangsung di Pendopo R.A. Kartini Jepara. Kehadiran ruang tersebut diharapkan menambah fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan anak-anak dan keluarga ketika berkunjung ke kawasan pendopo.

Pojok Pelangi Kartini Jadi Ruang Ramah Anak

Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan lingkungan Pendopo Kabupaten Jepara merupakan ruang publik yang dapat diakses masyarakat. Karena itu, fasilitas yang tersedia di kawasan tersebut diharapkan bisa memberikan manfaat bagi berbagai kelompok usia.

"Pendopo Kabupaten Jepara ini bisa diakses siapa saja. Ini milik masyarakat. Dari anak-anak sampai dewasa bisa berkunjung," ujar Witiarso.

Menurutnya, Pojok Pelangi Kartini bersama Museum Kartini dapat menjadi bagian dari pengembangan kawasan pendopo sebagai ruang publik yang tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga edukatif dan rekreatif.

Keberadaan Pojok Pelangi Kartini diharapkan memberikan pilihan aktivitas positif bagi anak-anak. Mereka dapat membaca, belajar, bermain, sekaligus mengembangkan kreativitas dan imajinasi.

Ketua TP PKK Kabupaten Jepara Laila Saidah Witiarso mengatakan fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh anak-anak dan keluarga.

"Hari ini Pojok Pelangi Kartini telah diresmikan. Kami berharap dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh anak dan keluarga," ujar Laila.

PKK Diminta Ikut Gerakkan Pilah Sampah

Selain persoalan ruang ramah anak, peringatan HKG PKK juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.

Witiarso meminta jajaran PKK Jepara ikut menggerakkan masyarakat agar terbiasa memilah sampah dari rumah. Menurutnya, persoalan sampah saat ini sudah menjadi masalah yang perlu ditangani bersama.

"Saya titip pesan, PKK Jepara ayo kita gerakkan untuk memilah sampah. Karena sampah sudah sangat krusial," tegasnya.

Ia menjelaskan, pengelolaan sampah tidak cukup hanya dengan mengurangi penggunaan plastik. Pemilahan sejak dari sumber menjadi langkah penting agar sampah yang dibawa ke tempat pemrosesan akhir (TPA) benar-benar merupakan residu yang sudah tidak dapat dimanfaatkan.

Witiarso juga mengapresiasi inisiatif PKK di tingkat kecamatan yang mulai menyediakan tempat sampah terpilah.

"Ini sangat penting. Karena yang dibawa ke TPA adalah residu yang tidak bisa diapakan lagi," jelasnya.

Bank Sampah Kartini Dikembangkan

Upaya mendorong kebiasaan memilah sampah juga dilakukan TP PKK Kabupaten Jepara melalui Pokja III. Salah satunya dengan mengembangkan Bank Sampah Kartini.

Laila mengatakan Bank Sampah Kartini tidak hanya diarahkan untuk mengurangi persoalan sampah. Program tersebut juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat memahami bahwa sebagian sampah masih memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

"Di Pokja III, kita mengembangkan Bank Sampah Kartini untuk membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah sekaligus mengenalkan manfaat ekonomi dari sampah yang masih memiliki nilai guna," katanya.

Program tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat mulai memilah sampah dari rumah sebelum disalurkan ke tempat pengelolaan atau bank sampah.

PKK Didorong Dekat dengan Masyarakat

Witiarso juga meminta PKK terus menyelaraskan program dengan kebutuhan masyarakat dan agenda pembangunan daerah. Menurutnya, sinergi diperlukan agar berbagai kegiatan yang dilakukan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi memberikan manfaat langsung bagi keluarga.

"Program dan kegiatan PKK perlu disinergikan dengan agenda pembangunan daerah sesuai tugas dan fungsi masing-masing," katanya.

Ia juga mengingatkan agar PKK terus berinovasi dan menjaga kedekatan dengan masyarakat.

"Teruslah bergerak, jangan takut berinovasi, dan jangan kehilangan kedekatan dengan masyarakat," pesannya.

RUANG UNTUK ANAK: Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar dan Kerua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Jepara Ella Witiarso (dua dari kiri) didampingi Inez Hajar meresmikan Pojok Pelangi.
RUANG UNTUK ANAK: Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar dan Kerua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Jepara Ella Witiarso (dua dari kiri) didampingi Inez Hajar meresmikan Pojok Pelangi.

 

Menurutnya, ukuran keberhasilan organisasi bukan sekadar banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Hal yang lebih penting adalah dampak yang dirasakan masyarakat, khususnya keluarga.

"Karena ukuran keberhasilan PKK adalah seberapa jauh kegiatan itu membawa manfaat bagi keluarga," imbuhnya.

Dengan hadirnya Pojok Pelangi Kartini dan pengembangan Bank Sampah Kartini, TP PKK Kabupaten Jepara tidak hanya memperkuat program pemberdayaan keluarga, tetapi juga mendorong terciptanya ruang tumbuh yang positif bagi anak serta kebiasaan hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan. 

Editor : Admin
Pojok Pelangi Kartini PKK Jepara Bank Sampah Kartini HKG PKK jepara