ALIH FUNGSI: Bangunan eks Sekolah Rakyat Dasar di Balai Latihan Kerja (BLK) Pecangaan akan digunakan untuk percepatan Sekolah Nasional Terintegrasi Jepara. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
JEPARA — Jepara masuk ke dalam empat daerah, di antara 35 kabupaten ataupun kota di Jawa Tengah yang didirikan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Selain di Jepara, tahap awal SNT di Jawa Tengah, didirikan di Cilacap, Purbalingga serta Banyumas.
Berbeda dengan Sekolah Rakyat (SR) yang berasrama dan muridnya berasal dari kalangan pra sejahtera. SNT sendiri akan menjadi sekolah dengan tingkat kurasi masuk amat tinggi, dengan prestasi.
Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SNT tahun ajaran 2026/2027 telah resmi dibuka.
Pendaftaran dibuka mulai Selasa-Senin (21-21/7) 2026 untuk jenjang SMP dan SMA.
Meski gedung permanen belum dibangun, pembelajaran akan dilakukan dengan skema percepatan di eks gedung SR Dasar percepatan di Balai Latihan Kerja (BLK) Pecangaan.
Kegiatan akan difokuskan di gedung tersebut, hingga gedung permanen rampung dibangun di dekat gedung SR Terpadu yang ada di Desa Suwawal Timur Kecamatan Pakis Aji. Direncanakan, proses pembangunan tersebut akan dimulai bulan Oktober mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara Ratib Zaini menyampaikan skema SPMB masih berjalan.
Di antara yang menjadi pertimbangan ialah soal prestasi siswa. Putra-putri dengan bekal prestasi maupun minat dan bakat yang gemilang.
Ratib menyebutkan, kini pembobotan nilai masih dalam tahap penyusunan petunjuk teknis (juknis) bersama Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah.
Bagi putra daerah yang berprestasi, baik akademik maupun non akademik, dapat ikut mendaftar melalui laman snt.kemendikdasmen.go.id.
Direncanakan pada Senin (10/8) mendatang sudah dapat dimulai Masa Pengenalan Siswa Baru (MPLS).
"SPMB sudah dibuka. Kami mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan ini dengan memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan," ungkapnya.
Ratib menjelaskan, SNT menerima peserta didik jenjang SMP kelas VII dan SMA kelas X.
Setiap jenjang menampung dua rombongan belajar (rombel), berkapasitas 20 siswa di setiap kelas.
Sementara itu, Kepala Bidang SMP Hening Indrati menyampaikan saat ini belum ada yang mendaftar.
"Juknis tersampaikan ke daerah kemarin (Selasa, red) siang. Sehingga saat ini masih tahap sosialisasi ke satuan pendidikan," ucapnya, pada Rabu (22/7).
Ia menyebut, persyaratan umum pendaftaran meliputi berusia maksimal 15 tahun untuk SMP dan 21 tahun untuk SMA per 1 Juli 2026.
Di samping itu, peserta wajib melampirkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), fotokopi ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL), rapor lima semester terakhir dengan nilai rata-rata minimal 80, serta sertifikat Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Dalam proses penerimaan, SPMB SNT hanya membuka dua jalur, yakni jalur akademik dan jalur nonakademik.
Jalur akademik diperuntukkan bagi peserta yang memiliki prestasi bidang Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics (STEAM) yang telah tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT).
Sementara itu, jalur nonakademik mengakomodasi prestasi di luar SIMT, seperti kepemimpinan organisasi siswa, Pramuka, maupun prestasi tingkat kabupaten hingga nasional.
Sementara itu, afirmasi bukan merupakan jalur penerimaan tersendiri. Namun, menjadi salah satu komponen pembobotan nilai dalam proses seleksi.
Tahapan seleksi diawali dengan verifikasi administrasi, dilanjutkan tes skolastik untuk mengukur kemampuan penalaran verbal, numerik, pemecahan masalah, dan logika.
Sesuai jadwal, pendaftaran berlangsung pada 21–27 Juli 2026. Seleksi dilaksanakan 27–31 Juli 2026, pengumuman hasil pada 3 Agustus 2026, dan daftar ulang pada 4–7 Agustus 2026.(fik)
Editor : Mahendra Aditya